Indonesiadaily.net – Dewan Pimpinan Daerah Barisan Muda Partai Amanat Nasional (DPD BM PAN) Kota Bogor menyayangkan aksi vandalisme yang terjadi di Balaikota Bogor dalam unjuk rasa mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), baru-baru ini.
Wakil Ketua DPD BM PAN Kota Bogor, Boy Hidayat menilai tindakan tersebut mencederai nilai demokrasi.
Menurutnya, mahasiswa seharusnya mampu menyampaikan aspirasi dengan cara yang elegan tanpa merusak fasilitas publik.
“Negara kita menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Namun kebebasan itu jangan dicederai dengan tindakan yang membuat demokrasi menjadi kotor. Adik-adik mahasiswa ini sudah dewasa, harusnya bisa menyampaikan aspirasi dengan baik,” ujar Boy, Sabtu 23 Agustus 2025.
Lebih lanjut, Boy mengingatkan bahwa aksi vandalisme di Balaikota berpotensi menjerat pelakunya dalam persoalan hukum.
Ia menyebut tindakan perusakan terhadap bangunan cagar budaya diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara.
“Kalau sudah begini siapa yang rugi? Pemerintah Kota Bogor harus memugar kembali Balaikota, sementara mahasiswa yang terlibat juga bisa terkena pidana,” tegasnya.
Boy menilai Wali Kota Bogor Dedie Rachim merupakan sosok yang terbuka terhadap kritik dan aspirasi.
Ia meyakini pemerintah kota siap menampung masukan dari mahasiswa maupun masyarakat demi kebaikan Kota Bogor.
“Kang Dedie adalah orang yang open minded, jujur, dan bisa menerima kritik dengan baik. Jika mahasiswa menyampaikan kritik dengan cara elegan, saya yakin beliau akan mendengarkan,” tambahnya.
DPD BM PAN Kota Bogor, kata Boy, siap mengawal aspirasi masyarakat agar tersampaikan dengan benar kepada pemerintah kota.
Selain itu, pihaknya juga membuka ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan gagasan melalui kegiatan positif.
“Anak muda Kota Bogor punya daya kritis yang baik. Kami di BM PAN siap menjadi wadah agar aspirasi itu bisa disampaikan secara cerdas dan elegan,” ucapnya.
Boy menutup dengan ajakan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kritis terhadap pemerintah itu penting, tapi harus dilakukan dengan cara yang santun. Kami siap membantu generasi muda Kota Bogor dalam menyampaikan aspirasi untuk membangun kota ini lebih baik,” pungkasnya.***
Penulis : Ibnu Galansa

