Polresta Banyuwangi Simulasikan Sistim Pengamanan Pilkada 2024

Anggota Polresta Banyuwangi saat simulasi sistim pengamanan situasi ricuh dan calon bupati saat kampanye. (Irham/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net, Banyuwangi – Polresta Banyuwangi siap melakukan pengamanan pilkada 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang.

Bacaan Lainnya

Untuk melatih kesiapan jajarannya, Polresta Banyuwangi menggelar simulasi sistem pengamanan kota, dalam rangka pengamanan pilkada 2024. Simulasi digelar di depan Pendopo Saba Swgata Blambangan, Banyuwangi.

Simulasi ini melibatkan unsur kepolisian, TNI dan pemerintah daerah, untuk mengatasi potensi terjadinya kerusuhan pada pilkada 2024.

Skenario simulasi menggambarkan terjadi adanya gelombang demonstrasi yang dilakukan oleh pendukung calon tertentu, adanya sabotase, politik uang, hingga terjadinya manipulasi hasil pemungutan suara.

Dalam kondisi darurat tersebut, para petugas pengamanan harus mampu meredamkan kondisi yang memanas, dengan menerjunkan ratusan personil mengamankan aksi unjuk rasa, menangkap pelaku pemicu kerusuhan pada gelaran pilkada serta menyelesaikan terjadinya persoalan manipulasi data hasil pilkada.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nanang Haryono mengatakan, simulasi diperagakan untuk mengukur kesiapan personil, serta kesiapan peralatan yang dimiliki dalam mengahadapi kemungkinan terburuk yang terjadi selama tahapan pilkada 2024.

“Selain itu simulasi ini juga untuk menguji kesiapan para personil keamanan, serta untuk sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pihak aparat siap melakukan pengamanan selama pilkada berlangsung,” jelasnya.

Pada pilkada tahun ini, pihak kepolisian Banyuwangi menerjunkan lebih dari 600 personil, yang nantinya akan disebar di 2.732 TPS se-Banyuwangi.

Kata dia, simulasi penting dilakukan, sebagai langkah antisipasi. Terlebih Banyuwagi juga masuk salah satu kategori kabupaten yang rawan pada pilkada tahun ini. Salah satu kerawanan tersebut yakni adanya potensi kerawanan pada penyelenggara pemilu .

Simulasi ini selain dihadiri forum pimpinan daerah, juga disaksikan langsung oleh pimpinan KPU dan Bawaslu, partai politik serta organisasi kemasyarakatan.

Penulis : Irham Kusuma

Editor : Sigit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *