SMPN 2 Depok dan Pondok Pesantren Khusnul Khotimah Kompak Gelar Islamic Euforia

SMPN 2 Depok sanlat 1

Indonesiadaily.net – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan moralitas di tengah-tengah siswa, SMPN 2 Depok menggelar program kolaborasi dengan Pondok Pesantren Khusnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat, yang diberi nama “Islamic Euforia”. Acara ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat (pengmas) Korwil Depok Jakarta, dan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 1 hingga 3 April 2024.

Menurut Kepala SMPN 2 Depok, Sumarno, program ini bertujuan untuk memberikan edukasi agama kepada siswa kelas VIII – IX dengan melibatkan santri Ponpes Khusnul Khotimah sebagai fasilitator. Para santri ini tidak hanya memfasilitasi partisipasi siswa, tetapi juga menyajikan materi-materi yang relevan untuk pembangunan spiritual siswa.

Bacaan Lainnya

“Pada kegiatan ini, siswa kelas VIII dan IX akan mendapatkan bimbingan langsung dari santri Pondok Pesantren Khusnul Khotimah, sementara kelas VII akan dikelola oleh guru internal SMPN 2 Depok. Kegiatan ini mencakup berbagai acara, seperti talkshow, musik religi, tausiah agama, dan juga santunan kepada yang membutuhkan,” jelas Sumarno.

SMPN 2 Depok sanlat 2

Sebelumnya, SMPN 2 Depok juga telah menjalin kerjasama serupa dengan Pondok Pesantren Gontor. Dalam kerangka kolaborasi ini, sebanyak 40 paket sembako disumbangkan oleh santri Ponpes, sementara SMPN 2 Depok menyumbangkan 400 paket sembako sebagai bagian dari upaya bersama dalam melayani masyarakat.

Ketua Panitia, Yusuf Fakhri Alfarisi, seorang santri kelas X dari Pondok Pesantren Khusnul Khotimah, menyatakan bahwa ada 65 santri yang terlibat dalam program ini. Mereka aktif dalam Forum Silaturahmi Pelajar Asal Depok dan Jakarta Pondok Pesantren Khusnul Khotimah, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan antara pelajar dari dua kota tersebut.

“Ini adalah tahun pertama Pondok Pesantren Khusnul Khotimah menjalin kerjasama dengan SMP di Kota Depok, setelah sebelumnya telah melakukan kerjasama serupa sebanyak 15 kali di Jakarta. Tema yang diusung, ‘Menuang Asa di Kala Krisis Bangsa, Menebar Cita dalam Ranah Khatulistiwa’, mengangkat isu moralitas sebagai respons atas tantangan zaman,” ungkap Yusuf.

Dalam rangka memperkuat moralitas di tengah-tengah generasi muda, kegiatan talkshow dipandu oleh Sakir Daulay, yang menyajikan diskusi-diskusi yang mendalam tentang berbagai isu moral yang relevan saat ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya penguatan moralitas dalam menghadapi berbagai krisis yang dihadapi bangsa saat ini. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *