Indonesiadaily.net – SDN Mekarjaya 31 kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar kegiatan bakti sosial berupa santunan bagi siswa yatim, duafa, dan beberapa masyarakat sekitar di Bulan Ramadan 1445 Hijriyah. Kegiatan yang turut dihadiri oleh siswa kelas V dan VI ini diselenggarakan dengan penuh semangat untuk memberikan dukungan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.
Kepala SDN Mekarjaya 31, Beti Nurbaiti, menegaskan pentingnya memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan di tengah-tengah pembelajaran. Tema dalam kegiatan tersebut, yakni dengan berkah Ramadan, kita tingkatkan amal ibadah serta kepedulian sesama.
“Jangan lupa untuk membaca Alquran. Ketika kita belajar dan mengembangkan kemampuan, kita juga harus terus menguatkan keimanan dan ketakwaan. Mari bersama-sama mencari amalan yang baik, sebagai bekal hidup di dunia dan di akhirat. Ini adalah spirit dari kegiatan ini, dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa,” ujarnya.
Sebanyak 130 bingkisan sembako disalurkan kepada siswa yatim, duafa, serta masyarakat lingkungan sekitar sebagai upaya nyata SDN Mekarjaya 31 dalam membantu meringankan beban sesama di tengah-tengah bulan Ramadan yang penuh berkah.
Beti menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian aktivitas yang telah direncanakan sebelumnya, dimulai dari pesantren kilat pada tanggal 24-28 Maret 2024, diikuti dengan santunan yatim dan duafa.
“Selanjutnya, akan ada kegiatan lanjutan berupa kegiatan keagamaan untuk kelas I – IV serta berbagi takjil dan buka puasa bersama bagi siswa kelas V dan VI, orang tua, dan guru,” katanya.
Namun, tak hanya dalam hal bakti sosial, SDN Mekarjaya 31 juga menunjukkan semangat gotong royong dalam merenovasi musala sekolah. Pada saat libur awal Ramadan, plafon musala rubuh. Berkat dukungan dan keikhlasan dari orang tua, plafon tersebut berhasil diperbaiki. Rencana berikutnya, musala akan diperluas dan akan dilakukan penambahan keran wudhu, demi kenyamanan dan kebersihan seluruh pengguna musala.
Dengan ini, SDN Mekarjaya 31 tidak hanya menjadi tempat pembelajaran yang berkualitas, tetapi juga menjadi wadah bagi pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan sosial, serta semangat gotong royong yang tinggi dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih baik. (*)






