Hati-Hati! Tiga Jalan Tol Ini Terkenal Rawan Kecelakaan, Mana Saja?

Jalan tol Cipularang salah satu jalan tol yang rawan kecelakaan.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Tahukah Anda di Indonesia ternyata ada sejumlah jalan tol yang terkenal rawan kecelakaan. Salah satu faktor penyebab rentan terjadi kecelakaan kondisi jalan yang didominasi turunan dan curam. Lantas tol manakah saja itu?

Bacaan Lainnya

1. Jalan Tol Cipularang (Cikampek – Purwakarta – Padalarang)

Jalan tol Cipularang menjadi jalur bebas hambatan yang melintasi Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Bandung Barat. Tol ini kerap disebut sebagai jalur angker lantaran sering menyeret banyak korban.

Pada tol Cipularang KM 90-100 arah Jakarta kerap terjadi kecelakaan. Hal itu disebabkan karena topografi jalan yang didominasi turunan tajam dan curam.

Menurut penuturan Jusri Pulubuhu, seorang praktisi Road Safety & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada detikOto, rintangan di tol Cipularang KM 90-100 arah Jakarta adalah adanya jalanan menurun dengan gaya momentum yang kerap menjadi pemicu mobil hilang kendali.

2. Tol Cipali

Jalan tol Cikopo – Palimanan atau yang lebih dikenal tol Cipali terbentang dari Cikopo KM 72 sampai Palimanan KM 188 dengan rute Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, dan berakhir Cirebon.

Jalan tol sepanjang 116,75 km ini didominasi dengan jalanan lurus. Jalanan yang membelah bukit hanya ditemui di sekitar KM 181-182 atau di wilayah Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.

Lantaran terlalu lama disuguhkan jalanan lurus dan panjang, terkadang membuat pengemudi mengantuk. Selain itu, kondisi jalan di KM 181-182 yang membelah bukit menjadikan bentuk jalur tol ini berkelok dan menanjak.

3. Jalan tol Jagorawi

Jalan tol yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi ini juga diklaim rawan kecelakaan. Menurut data BPS DKI Jakarta2021, jumlah kecelakaan yang terjadi di tol Jagorawi sebanyak 102. Penyebab kecelakaan didominasi oleh human errorseperti kelalaian pengemudi disusul kondisi kendaraan.

Jadi, saat melintasi tol Jagorawi diharapkan menjaga konsentrasi dalam berkendara. Jika tidak, berimbas kecelakaan tunggal hingga beruntun.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *