Indonesiadaily.net – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta atau UPNVJ tingkatkan pengetahuan ibu dan perbaiki gizi anak di Puskesmas Bojong, Kecamatan Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor.
PKM bertajuk ‘Edukasi Ibu Sebagai Upaya Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak dan Cegah Stunting’ diketuai dr. Nugrahayu Widyawardani, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K dengan anggota Nurfitri Bustamam, SSi, MKes, MPdKed dan dr. Citra Ayu Aprilia, M.Kes, serta dibantu ahli gizi bersama mahasiswa FK UPNVJ.
Nugrahayu Widyawardani menerangkan bahwa ibu dengan pola asuh yang baik cenderung memiliki anak dengan status gizi yang baik.
“Begitu juga sebaliknya, ibu dengan pola asuh gizi yang kurang cenderung memiliki anak dengan status gizi yang kurang pula,” terang Nugrahayu.
Nugrahayu mengungkapkan, setelah dilakukan edukasi terdapat adanya adanya pengaruh peningkatan skor pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan setelah penyuluhan secara signifikan.
“Peningkatan pengetahuan ibu sebelum dan setelah diberikannya edukasi kesehatan tentang stunting, artinya bahwa edukasi kesehatan memiliki pengaruh positif terhadap pengetahuan ibu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan dari 100 peserta, saat melakukan pre test pengetahuan ibu hanya 31 persen, sedangkan setelah penyuluhan meningkat menjadi 95 orang yang pengetahuannya bertambah.
“Artinya ada peningkatan yang cukup signifikan setelah diberi penyuluhan oleh tim,” tuturnya.
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu
Terdapat pengaruh signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian wasting Pemberian Non ASI Eksklusif berisiko terhadap kejadian wasting pada Baduta umur 7-24 bulan sebesar 1,42 kali dibanding ibu yang memberikan ASI Eksklusif.
Kemudian, lanjut Nugrahayu, terjadi peningkatan status gizi menurut indeks TB/U setelah dilakukan pengukuran 3 bulan pasca dilakukannya penyuluhan dan perbedaan Status Gizi Balita Menurut Indeks TB/U pada sebelum dan sesudah pendampingan gizi.
“Terdapat peningkatan status gizi menurut indeks BB/TB setelah dilakukan pengukuran 3 bulan setelah dilakukannya penyuluhan,” ucap Nugrahayu. (*)






