Kontroversi Israel Telanjangi Warga Palestina di Gaza Membuat Gempar

tahanan telanjang di palestina

Indonesiadaily.net – Gambar seorang pria Palestina yang ditahan telanjang di Gaza telah memicu kecaman tajam dari pejabat Palestina, Arab, dan Muslim terhadap Israel. Gambar tersebut menunjukkan tahanan, yang diidentifikasi sebagai anggota Hamas, dalam kondisi telanjang di jalan Kota Gaza.

Pejabat senior kelompok Islam Hamas Palestina, Izzat El-Reshiq, yang berada di pengasingan di luar negeri, menuduh Israel melakukan kejahatan keji terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Reshiq mendesak organisasi hak asasi manusia internasional untuk turun tangan dan membantu menjamin pembebasan para tahanan.

Bacaan Lainnya

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyatakan keprihatinannya terhadap gambar-gambar tersebut. ICRC menekankan bahwa semua tahanan harus diperlakukan dengan kemanusiaan dan bermartabat sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional.

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, yang mendukung Hamas, juga mengkritik Israel, menyebut perlakuan terhadap tawanan dan warga sipil sebagai “barbar”.

TV Israel menayangkan rekaman pada Kamis (7/12/2023), yang menunjukkan pejuang Hamas yang ditangkap, ditelanjangi, dan hanya mengenakan pakaian dalam. Menanggapi hal ini, juru bicara pemerintah Israel, Eylon Levy, menyatakan bahwa para tahanan tersebut adalah pria-pria usia militer yang ditemukan di daerah yang seharusnya dievakuasi oleh warga sipil.

Militer Israel sebelumnya telah memerintahkan evakuasi warga sipil dari daerah yang menjadi target operasi mereka. Foto-foto menunjukkan lebih dari 20 tahanan berlutut di trotoar atau jalan, diawasi oleh tentara Israel. Beberapa tahanan juga dijejalkan di bagian belakang truk.

Sejumlah warga Palestina membantah klaim bahwa tahanan tersebut terkait dengan Hamas atau kelompok lain. Mereka mengidentifikasi beberapa tahanan sebagai anak-anak atau remaja dan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keterlibatan dengan kelompok militan.

Izzat El-Reshiq mengungkapkan bahwa para tahanan ditangkap di sebuah sekolah di Gaza yang digunakan sebagai tempat perlindungan setelah berbulan-bulan pemboman Israel yang memaksa banyak warga Gaza mengungsi.

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Al Safadi, mengungkapkan bahwa di antara orang-orang yang ditangkap dan “dipermalukan” termasuk dokter dan jurnalis. Pernyataan ini menambah kompleksitas situasi dan menimbulkan keprihatinan internasional terkait perlakuan terhadap para tahanan.

Kontroversi ini menciptakan ketegangan lebih lanjut di wilayah tersebut, dengan berbagai pihak menuntut intervensi dan keadilan internasional terkait perlakuan terhadap tahanan Palestina di Gaza. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *