Indonesiadaily.net – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Rizki Apriwijaya menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar dirancang dan disusun agar bisa diterapkan seminim mungkin. Sebab, sasarannya adalah penguatan karakter untuk meningkatkan proses pembelajaran.
Menurut Rizki Apriwijaya, kurikulum tersebut memerdekakan guru untuk berkreasi memberikan layanan pendidikan yang baik sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan lebih fleksibel dalam mengatur materi pelajaran, karena materinya lebih simpel dan tidak padat karena fokus pada bidangnya.
“Tujuannya ingin pendidikan ini bermakna dan bermanfaat bagi anak. Pendidikan itu memerdekakan manusia lahir maupun batin,” papar Rizki Apriwijaya.
Ia menilai kekuatan kurikulum tidak dilihat dari banyaknya materi yang diberikan kepada siswa, tetapi lebih memberikan ruang kepada mereka untuk dapat beradaptasi pada situasi yang terus berkembang pada kehidupan yang lebih kompleks.
“Jadi lebih kepada penguatan karakter siswanya,” katanya.
Namun, Rizki Apriwijaya juga meminta agar kurikulum merdeka belajar dapat terus disosialisasikan dan memberikan bimbingan kepada tenaga pendidik, sehingga out outnya dapat maksimal.
“Karena ini (kurikulum merdeka belajar) ini kan baru ya, mungkin ada guru atau tenaga pendidik yang belum paham, jadi harus ada bimbingan juga,” ucap Rizki Apriwijaya. (*)






