Orang Tahu Wajib Tahu, Intip Yuk Tips Bermain Berkualitas dengan Anak

Indonesiadaily.net – Dengan banyaknya libur nasional jelang akhir pekan membuat para orang tua dapat menghabiskan waktu yang cukup dengan anak-anaknya. Kendati begitu, sebagian orang tua kerap kebingungan untuk mengajak si kecil bermain yang berkualitas dengan tujuan menambah kreativitasnya. Lantas, bagaimana cara membangun bonding saat mengajak si kecil bermain namun dengan kualitas waktu yang baik? Yuk intip trik dari Psikolog Klinik Anak dan Remaja Saskhya Aulia Prima M.Psi yang mudah ditiru orang tua.

Menurut World Economic Forum, 65 persen anak yang bersekolah dasar (SD) akan menghadapi pekerjaan yang belum ada saat ini. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memiliki kreativitas dan ketangguhan (resilience) dalam menghadapi perubahan.

Bacaan Lainnya

“Menumbuhkan karakter yang resilien pada anak merupakan bekal yang sangat penting dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kemampuan beradaptasi dengan cepat dan bangkit dari kegagalan merupakan salah satu kunci keberhasilan hidup. Maka dari itu, anak perlu dilatih sejak dini untuk dapat meraih sukses melalui peran orang tua dalam mengajak si kecil menghabiskan waktu dengan kualitas yang tepat.

“Orang tua memainkan peran penting dalam melatih resiliensi anak-anak mereka,” ujarnya.

Berikut ini tips membangun bonding saat ajak si kecil main namun dengan kualitas waktu yang baik.

1. Fokus Ajak Main Anak

Menurut Saskhya, waktu yang dihabiskan dalam membangun bonding dengan anak tak melulu butuh durasi yang lama. Alih-alih, Saskhya menegaskan cukup ajak si kecil main 20-30 menit namun dengan cara yang efektif.

Jangan sampai, gawai mengalihkan fokus orang tua dalam memperhatikan dan ajak main anak. “Nah, biasanya orang tua kebanyakan pegang HP saat main sama anak. Mainnya 20 menit, 15 menitnya pegang HP kan jadi enggak efektif,” lanjut Sakhya.

2. Biarkan Si Kecil Memilih

Orang tua kerap memberikan mainan tanpa bertanya pendapat anak. Padahal, kesalahan ini berdampak pada cara si kecil yang nantinya sulit memutuskan suatu hal di masa depan.

Para orangtua bisa mulai ajak si kecil memilih mainan yang mau dimainkan dan arahkan serta dampingi anak saat bermain sesuai tujuannya. Misal, bermain membangun suatu tempat dari blok-blok mainan yang disusun sehingga membantu anak semakin semangat mencoba.

2. Ajak Bermain Sesuai Tujuan

Orang tua dapat memberikan waktu berkualitas bersama keluarga dan menyediakan permainan yang mendukung, seperti constructive play. Melalui permainan konstruktif seperti LEGO, anak-anak dapat belajar dan mengembangkan kemampuan inovatif dan kreatif mereka dengan cara yang menyenangkan.

Anak-anak yang bermain dan bisa mencapai tujuan tentu menginginkan pujian dari orang tua. Pujian juga salah satu bentuk komunikasi yang paling mudah diterapkan.

“Jangan cuma beri pujian ‘Wah adik pintar’, tapi katakan yang lebih spesifik. Misalnya, ‘Wah pintar sekali adik sudah bisa menyusun Legonya sampai 4 tingkat, kemarin baru bisa 2 ya’, gitu misalnya,” kata psikolog yang juga founder Tiga Generasi ini.

Saskhya juga mengimbau orang tua tidak terlalu sering intervensi atau kritik dan lebih sabar menantikan anak bermain sembari menanti prosesnya.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *