Indonesiadaily.net – Presiden Joko Widodo perintahkan jajarannya untuk mempersiapkan mudik tahun ini secara optimal, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman.
“Saya ingin memastikan bahwa semua nanti kita harapkan bisa berjalan dengan baik dan masyarakat betul-betul terlayani dengan baik. Tidak ada yang merasa berlama-lama di jalan, berlama-lama di pelabuhan, ada kemacetan,” ujar Presiden saat Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Persiapan Mudik Lebaran Tahun 2023 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (11/04/2023).
Jokowi menyebutkan penyelenggaraan mudik tahun 2021 masih belum maksimal, sehingga masih ada yang perlu diperbaiki salah satunya adalah pengelolaan penumpang di Pelabuhan Merak.
“Catatan besarnya itu ada di Pelabuhan Merak dan juga di jalan tol. Oleh sebab itu, secara detail yang bekerja di lapangan itu harus betul-betul melihat, sehingga perbaikan dari manajemen tahun yang lalu untuk arus mudiknya harus, harus lebih baik,” ucapnya.
Jokowi juga mengapresiasi perbaikan yang dilakukan di Pelabuhan Merak, seperti penambahan dermaga serta pemisahan dermaga penumpang dan logistik. Jokowi mengungkapkan penambahan tersebut meningkatkan kapasitas dermaga secara signifikan, dari 34 ribu ke 49 ribu penumpang.
“Tambahan kapasitas dan tambahan pelabuhan dermaga ini sangat penting sekali. Dan, tadi juga saya lihat manajemennya sudah sangat detail, pelabuhan mana yang digunakan untuk kendaraan berat, pelabuhan mana yang dipakai untuk kendaraan bermotor, dan pelabuhan mana yang dipakai untuk kendaraan kecil dan bus,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk pemudik yang melewati jalan tol. Mantan Gubernur DKI Jakarta meminta jajarannya untuk memastikan kesiapan termasuk ketersediaan rest area.
“Selain [Pelabuhan] Merak, juga yang berkaitan dengan tol. Saya melihat jumlah rest area yang ini tahun yang lalu sangat mengganggu, ini jumlahnya juga sudah ditambah,” kata Presiden.
Selanjutnya, Jokowi berharap jajarannya selalu melakukan pengecekan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan mudik. Selain itu, dengan melakukan pengecekan dapat memastikan kondisi di lapangan serta dapat mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Kita harapkan utamanya, selain Kementerian Perhubungan, Polri, TNI, saya minta agar BUMN, saya minta agar gubernur, bupati, wali kota betul-betul turun ke bawah untuk melihat problem secara detail sehingga bisa mengeksekusinya langsung di lapangan. Karena, saya tidak bisa membayangkan dari 86 juta melompat ke 123 juta itu bukan sebuah manajemen yang mudah, perlu persiapan, perlu desain perencanaan yang baik,” tutupnya.
Penulis : Aulia Syahramadhan
Editor : Nur Komalasari






