Viral Underpass Dewi Sartika Bocor di Depok, Ini Kata Pemprov Jawa Barat

Underpass Dewi Sartika Depok. (Irwan Supriyadi/Indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net – Beberapa waktu lalu viral di media sosial tentang kebocoran air yang keluar dari underpass Dewi Sartika Kota Depok. Menanggapi hal itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengatakan jika kejadian itu telah ditangani pihak kontraktor PT Nindya karya dengan grouting semen yang cepat kering atau mengeras.

Kepala Dinas BMPR Jabar, Bambang Tirtoyulion mengatakan Pemprov Jabar telah menangani hal tersebut melalui

Bacaan Lainnya

“Grouting semen yang telah dilakukan sejak Jumat malam (24/3) oleh kontraktor yang masih punya kewajiban pemeliharaan Underpass Depok hingga awal 2024,” kata Bambang melalui keterangannya.

Bambang mengatakan, ada dua titik kebocoran air, namun sudah dapat ditangani.

Pada malam ( 26/03/2023) setelah kebocoran digrouting semen dan mengeras tinggal ditutupi dengan pengaspalan kembali di sekitar titik kebocoran tersebut.

Selain kebocoran air tersebut, dari hasil pengawasan Tim UPTD 1 Dinas BMPR Jabar menemukan juga Crossing gutter saluran air permukaan yang patah.

“Tapi dilakukan pengelasan ulang,” ucapnya.

Menurut Bambang, sementara dalam perbaikan, Underpass Depok bisa dilalui satu jalur.

Tim UPTD 1 Dinas BMPR Jabar melakukan monitoring dan pengawasan perbaikan Underpass Depok tersebut.
Menurut Bambang, perbaikan underpass akan diupayakan selesai secepatnya. Di sisi lain, masyarakat tidak usah khawatir karena hal itu bisa terjadi, mengingat struktur Underpass Depok menerapkan desain kedap air seperti kapal selam. Ada celah rembesan air yang mengakibatkan menyembur keluar aspal jalan.

Dari hasil monitoring Tim UPTD 1 Dinas BMPR Jabar tidak ditemukan kerusakan lainnya selain kebocoran air dan crossing gutter saluran air permukaan yang patah.

Seperti yang dilansir sejumlah media, ada air menyembur dari aspal Underpass Depok di lajur kanan jalan, tepatnya sekitar 100 meter dari mulut Underpass Dewi Sartika. Akibatnya, aspal tersebut menjadi basah dan berlumut.

“Air yang keluar dari celah jalan itu tak begitu deras dan tak menimbulkan genangan. Akan tetapi, kondisi tersebut menimbulkan lumut di beberapa titik. Hingga kini perbaikan kebocoran air dengan grouting semen sudah hampir rampung,” pungkasnya.

 

Penulis : Irwan Supriyadi
Editor : Nur Komalasari

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *