Tingkat Kematian Capai 88 Persen, Apa Itu Virus Marburg?

Ilustrasi organisme pemakan virus. (Pixabay)

Indonesiadaily.net – Mulai muncul kembali di Afrika, virus Marburg kini mulai menjadi perhatian. Sebab, angka kematian karena virus tersebut mencapai 88 persen. Menkes Budi Gunadi Sadikin telah merespon adanya virus ini dan meminta masyarakat tidak panik karenanya.

Perlu diketahui, virus ini dibawa oleh kelelawar buah atau codot dan monyet. Menurut WHO, virus ini memerlukan 2-21 hari untuk mulai menunjukan gejala pada tubuh manusia.

Bacaan Lainnya

Gejala penderita yang terkena virus ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan penderita virus lainnya, hanya saja ada ciri tertentu yang membedakannya.

Berikut ini sejumlah gejala virus yang disitat dari Suara.com.

Gejala Virus Marburg

Demam

Tidak enak badan

Sakit kepala

Lesu

Gangguan gastrointestinal seperti diare berair, kram, dan mua. Umumnya ini terjadi sekitar tiga hari usau gejala muncul.

Ruam pada dada, perut, dan punggung yang berwarna kemerahan dengan benjolan kecil

Perubahan neurologis seperti kejang, kebingungan, dan delirium.

Pendarahan parah sekitar 5-7 hari usai gejala mulai terjadi.

Gagal organ

Kelainan darah seperti trombosit rendah

Kelainan ginjal, hati, serta fungsi pembekuan

Cara Penularan Virus Marburg

Proses penularan virus Marburg kesesama manusia ini berbeda dengan proses penularan virus Covid-19. Pasalnya, virus Marburg ini akan menyebar melalui darah atau cairan tubuh pada manusia.

Selain itu, penularan virus ini juga bisa melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan tubuh manusia yang terinfeksi seperti pakaian, tempat tidur, dan benda lainnya.

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *