Jangan Keliru, Ini Beda Sakit Tenggorokan dan Radang Tenggorokan

Ilustrasi sakit tenggorokan.(istimewa)

Indonesiadaily.net – Sakit tenggorokan dan radang tenggorokan kerap dianggap  sama. Faktanya adalah kedua penyakit tersebut berbeda. Berikut penjelasan detailnya tentang beda sakit tenggorokan dan radang tenggorokan yang dihimpun dari beberapa sumber.

Dikutip dari alodokter.com, sakit tenggorokan adalah rasa nyeri, gatal tidak nyaman atau kering pada tenggorokan. Kondisi ini merupakan gejala yang bisa timbul akibat beragam gangguan atau penyakit dan salah satu adalah infeksi virus. Sakit tenggorokan biasanya akan makin berat saat makan dan minum. Virus, bakteri, udara kering, alergi atau hidung yang meler dapat membuat tenggorokan terasa sakit.

Bacaan Lainnya

Sakit tenggorokan biasa umumnya bisa sembuh dalam hitungan hari dan tidak membutuhkan pengobatan khusus.

Sedangkan radang tenggorokan adalah penyakit yang bisa menular dan memerlukan diagnosis dan perawatan dokter.

Bakteri penyebabnya juga dapat menyebar ke jaringan lain dan menyebabkan infeksi yang lebih serius. Jika tidak ditangani, radang tenggorokan bisa berdampak pada demam rematik, penyakit yang berisiko merusak katup jantung.

Spesialis kedokteran keluarga Daniel Allan, MD, menguraikan perbedaannya.
Infeksi virus seperti pilek atau flu menyebabkan sakit tenggorokan. Sakit tenggorokan seringkali disertai gejala lain, yaitu pilek, mata merah atau berair, bersin, batuk.

Batuk merupakan gejala utama yang membedakan sakit tenggorokan dengan radang tenggorokan.

“Kita tidak memiliki batuk karena radang. Jika batuk, itu artinya bukan radang. Selain itu, ketika melihat tenggorokan penderita sakit tenggorokan akibat virus flu kita jarang melihat nanah di bagian belakang tenggorokan mereka,” paparnya.

Radang tenggorokan memiliki serangkaian gejala yang lebih parah dari sakit tenggorokan biasa, mencakup sakit tenggorokan yang terjadi tiba-tiba, amandel merah yang memiliki bintik-bintik putih, sakit saat menelan, dengan, pembengkakan di kelenjar leher. Kehilangan selera makan, sakit kepala, sakit perut.

Penyakit yang disebabkan oleh virus termasuk Covid-19 dapat memiliki gejala serupa dengan radang tenggorokan.
Maka, lakukan swab untuk memastikan apakah ada bakteri Streptococcus pyogenes pemicu radang tenggorokan atau tidak.

Menyembuhkan radang tenggorokan dapat dilakukan dengan meminum obat antibiotik tanpa diagnosis strep atau radang tenggorokan dari dokter dapat menciptakan resistensi terhadap obat atau efek samping yang tidak diinginkan. Sebaiknya, lakukan pemeriksaan radang tenggorokan lebih dulu sebelum mengonsumsi obat apa pun.

“Jika ada kekhawatiran terkait radang, maka saya merekomendasikan untuk menjalani tes. Pengobatan dengan antibiotik untuk radang tenggorokan umumnya memakan waktu sekitar 10 hari,” jelasnya.

Namun untuk sakit tenggorokan, tidak ada obat tertentu yang sepenuhnya ampuh. Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus yaitu menunggu sampai virus keluar dari sistem tubuh.

Kita juga dapat mencoba langkah-langkah ini untuk mengelola gejala minum cairan hangat dan air mineral, berkumur dengan air garam hangat. Mengisap es batu. Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas. Beristirahat . Apa pun perawatannya, ingatlah untuk selalu berkonsultasi dulu dengan dokter.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *