Indonesiadaily.net – Banyaknya racun dalam tubuh kita dari pola makan yang tidak sehat menyebabkan gangguan kesehatan serta metabolisme tubuh. Salah satu cara yang dilakukan untuk membersihkan hal tersebut dengan detoksifikasi. Lalu, apa itu detoksifikasi, manfaat dan resiko nya? Simak penjelasannya berikut ini.
Dilansir dari Healthline, diet detoksifikasi adalah salah satu jenis diet dengan konsumsi jus buah serta sayuran dalam waktu tertentu untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan racun di dalam tubuh. Namun, hanya airnya saja yang diambil dari jus buah dan sayur yang dibuat dan ampasnya dibuang.
Sedangkan konsumsi makanan lainnya dibatasi atau bahkan dilarang sama sekali ketika melakukan detoksifikasi karena asupan nutrisi utamanya adalah dari jus buah dan sayuran.
Detoksifikasi akan dilakukan dalam rentang waktu tiga hari hingga tiga minggu, tergantung dari program yang dilakukan agar tubuh bisa mendapatkan nutrisi yang diperlukan dan menghilangkan kotoran serta racun yang menumpuk.
Dilansir dari Medical News Today, hanya mengonsumsi jus buah dan sayur dipercaya bisa memenuhi nutrisi dan menurunkan berat badan secara efektif. Namun ternyata efektivitas detoksifikasi masih dipertanyakan. Jenis diet ini bisa membahayakan kesehatan karena tubuh akan mengalami kekurangan nutrisi lain, seperti protein, lemak, hingga kalori, yang berperan penting pada kesehatan tubuh secara umum.
Disarikan dari Medical News Today dan Healthline, ada beberapa manfaat detoksifikasi yang akan didapatkan, seperti bisa menurunkan berat badan dengan lebih cepat, meningkatkan bakteri yang mendukung penurunan berat badan dan mengurangi bakteri yang menyebabkan penambahan berat badan di dalam sistem pencernaan. Membantu membersihkan sampah non-organik di dalam tubuh. Meningkatkan asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Menghambat munculnya tanda-tanda penuaan.
Dilansir dari Mayo Clinic, belum ada bukti ilmiah bahwa detoksifikasi dengan melakukan ekstraksi buah serta sayur lebih sehat daripada menghaluskannya dengan blender atau memakannya. Selain itu, menurut WebMD, racun bisa dihilangkan dengan sendirinya oleh tubuh yang sehat sehingga tidak memerlukan detoksifikasi. Bahkan, detoksifikasi bisa berbahaya jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama karena bisa menghilangkan massa tubuh sehingga memperlambat proses metabolisme.
Dilansir dari Medical News Today, ada beberapa jenis program yang bisa dilakukan sebagai cara detoksifikasi, seperti hanya minum jus dan air putih dalam beberapa hari. Minum jus yang dibarengi dengan konsumsi suplemen diet. Minum jus dan dibarengi dengan melakukan prosedur pembersihan usus, seperti enema atau irigasi usus besar. Minum jus dan melakukan jenis diet yang lainnya.
Jenis program yang akan dilakukan tersebut harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Meskipun begitu, mengetahui apa itu detoksifikasi, manfaat, serta caranya tidak cukup karena perlu juga dipertimbangkan sisi negatifnya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan jenis diet ini agar tidak menyebabkan efek negatif tertentu.(*)
Editor : Nur Komalasari






