Gagal Ginjal Akut Kembali Muncul, Kenali Apa Itu Obat Praxion yang Diduga Jadi Penyebab

apoteker gagal ginjal
Ilustrasi

Indonesiadaily.net – Kasus temuan gagal ginjal akut kembali ditemukan hingga menyebabkan satu anak meninggal dunia di DKI. Kasus ini kembali menjadi perhatian. BPOM bahkan telah menyetop peredaran obat sirup Praxion yang diduga menjadi penyebab kasus tersebut kembali muncul.

Sebelumnya, obat ini telah masuk daftar aman untuk dikonsumsi. Status aman itu akhirnya dirubah setelah adanya kasus meninggal yang diduga karena obat tersebut.

Bacaan Lainnya

Melansir Suara.com, anak tersebut sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sebelum akhirnya meninggal.

Kandungan obat Praxion

Secara khusus, mari kita telusuri bahan-bahan obat Praxion. Berdasarkan keterangan dari honestdocs.id, Setiap kemasan Praxion mengandung zat aktif Paracetamol. Praxion merupakan obat sirup yang dapat menurunkan demam pada anak.

Praxion beredar dengan cita rasa jeruk yang disukai anak-anak. Setiap 5 mililiter obat Praxion mengandung Paracetamol sebesar 120 miligram. Paracetamol berfungsi sebagai analgesik dan antipiretik. Paracetamol sendiri merupakan zat bersifat antiseptik untuk menurunkan panas.

Sementara itu, disebutkan juga bahwa Paracetamol bisa dikonsumsi dengan takaran yang ditoleransi atau dosis yang dianjurkan saja. Paracetamol juga tidak boleh diberikan kepada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap obat ini. Lebih daripada itu, paracetamol juga memiliki efek samping yang harus diwaspadai, antara lain:

  1. Bisa menyebabkan kerusakan hati
  2. Menyebabkan masalah pada saluran pencernaan
  3. Meningkatkan resiko pendarahan di dinding lambung.
  4. Gagal ginjal dan termasuk gagal ginjal akut
  5. Sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik

Dikutip dari honestdocs.id, beberapa ahli bahkan sudah menyarankan untuk menghindari pemakaian obat ini. Obat ini harus dikonsumsi secara hati-hati pada pasien.

Konsumsi Praxion harus dihentikan apabila terlihat tubuh anak menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi, misalnya ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, sampai pucat.

Dosis yang disarankan

Sebelum ditarik dari peredaran oleh BPOM, Praxion dapat dikonsumsi dengan dosis yang disarankan sebagai berikut:

  1. Dosis untuk dewasa dan anak-anak usia lebih dari 12 tahun adalah minum 3-4 kali sehari maksimal 500 miligram
  2. Dosis untuk anak usia 5 sampai 12 tahun, diminum 3-4 kali sehari maksimal 250 miligram.

Setelah adanya peringatan dan bahkan dinyatakan berbahaya oleh BPOM, obat ini akan segera berhenti beredar di pasaran.

Kepada masyarakat yang masih melihat peredarannya di apotik atau warung-warung di sekitar rumah, sebaiknya hindari saja. Demikian penjelasan tentang Praxion obat apa yang peredarannya dihentikan BPOM.

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *