Anak Susah Makan? Cari Tau Penyebab dan Kiat Atasi Masalah Tersebut

Indonesiadaily.net – Anak susah makan menjadi masalah yang membuat orang tua kebingungan. Apalagi jika masalah ini terjadi terus menerus walau telah dicari jalan keluarnya.
Anak susah makan dapat menjadi masalah yang tidak mudah ditangani. Orang tua perlu bersabar dan kreatif untuk mengubah kebiasaan Si Kecil yang susah makan.
Menghadapi anak susah makan memang bukan perkara mudah. Bila sudah mencoba berbagai upaya di atas tetapi si Kecil masih saja susah makan, atau jika ia mengalami kekurangan nutrisi hingga membuat berat badannya sulit naik, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter.
Sebelum mengetahui bagaimana penanganan anak yang sulit untuk makan. Orangtua harus tau apa yang menjadi penyebab mereka sulit untuk makan.
Berikut ini adalah beberapa penyebab anak susah makan seperti dilansir dari alodokter:
1. Menolak makan
Bagi anak, makan adalah keterampilan yang baru dikuasainya. Memilih makanan apa yang ingin ia masukkan ke mulut menjadi hal yang sangat penting.
Tidak heran bila sebagian anak bisa melahap habis makanan yang disediakan oleh orang tua pada hari pertama, tapi menolak pada keesokan harinya. Ketika pikiran atau minatnya berubah, selera makannya pun bisa ikut berubah.
Coba untuk lebih bersabar dan jangan memaksa Si Kecil untuk makan. Daripada pusing memikirkan asupan kalori atau nutrisi yang tidak diperoleh Si Kecil, Bunda bisa mencoba untuk menghitung kebutuhan dan asupan nutrisinya selama 1 minggu terakhir.
2. Hanya memilih makanan tertentu
Untuk balita, mengonsumsi makanan padat adalah hal atau kemampuan yang baru bisa ia lakukan. Oleh karena itu, diperlukan waktu agar mereka terbiasa dengan ragam warna, rasa, dan tekstur makanan.
Saat ini, anak juga bisa belajar untuk makan secara mandiri, termasuk makanan apa saja yang masuk ke dalam mulutnya.
Orang tua bisa memperkenalkan berbagai jenis makanan secara perlahan kepada Si Kecil yang susah makan. Setelah disajikan beberapa kali, Si Kecil mungkin akan mulai tertarik untuk memakannya.
3. Hanya mau makanan cepat saji
Makanan siap saji umumnya banyak mengandung garam, gula, dan lemak atau kolesterol dan rendah akan nutrisi penting, seperti protein, vitamin, dan mineral. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan tidak sehat ini bisa membuat anak lebih berisiko mengalami diabetes, kegemukan atau obesitas, dan tekanan darah tinggi.
Beberapa contoh makanan cepat saji yang biasanya disukai anak adalah es krim, kentang goreng, pizza, dan minuman bersoda.
Orang tua lebih baik tidak menyimpan makanan cepat saji di rumah atau membiasakan untuk memesan dan mengonsumsi makanan cepat saji. Hal ini karena anak-anak biasanya akan meniru perilaku orang tuanya, termasuk dalam urusan makanan.
Sebagai alternatif, sediakanlah makanan sehat setiap waktu di rumah agar Si Kecil terbiasa mengonsumsi makanan sehat.
4. Tidak mau makan setelah kemarin banyak makan
Hal ini sangat umum dialami oleh anak usia 12 bulan hingga 3 tahun. Ada kalanya selera makan anak tampak besar, kemudian terjadi sebaliknya di keesokan hari. Hal ini sangat wajar terjadi.
Orang tua tak perlu memaksa Si Kecil. Tentukan batas waktu kepada Si Kecil untuk mengonsumsi makanan yang telah disediakan. Selanjutnya, minta Si Kecil untuk makan tidak melebihi dari batas waktu yang telah ditentukan.
Selain itu, batasi konsumsi jus buah kemasan dan susu. Terlalu banyak mengonsumsinya membuat Si Kecil mudah kenyang, sehingga ia tidak mau makan.
5. Makan satu jenis makanan saja
Bukan hal aneh jika tiba-tiba anak susah makan selama berhari-hari atau hanya mau makan satu jenis makanan saja. Salah satu alasannya adalah anak tidak tertarik dengan makanan baru yang rasanya belum ia kenali.
Orang tua sebaiknya tetap tenang dan tetap tawarkan pilihan makanan lain, tetapi jangan memaksa atau memarahi Si Kecil, jika ia tidak ingin memakannya.
Untuk anak yang sudah lebih besar, Bunda dapat mengatur strategi dengan mengajaknya ke supermarket. Mintalah Si Kecil untuk memilih dua jenis buah dan sayuran serta satu jenis camilan. Setiba di rumah, ajaklah Si Kecil menyiapkan makanan sebelum mengonsumsinya.
6. Tidak mau makan makanan favorit secara tiba-tiba
Bunda mungkin bingung saat Si Kecil tiba-tiba menolak jenis makanan yang biasanya lahap dia santap, atau tidak lagi mau minum susu yang biasa dikonsumsi tiap hari.
Jangan panik, hal ini mungkin hanya bersifat sementara. Bila Si Kecil tidak mau makan hari ini, bukan berarti ia tidak akan suka selamanya. Tetap tawarkan makanan yang ditolak Si Kecil pada hari berikutnya.
Jika Si Kecil menolak minum susu, pilihlah makanan mengandung susu lainnya, seperti yoghurt atau keju. Jika Si Kecil menolak sayur, seimbangkan asupan nutrisinya dengan buah-buahan.
Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *