Indonesiadaily.net – Rencana penutupan enam titik putaran atau U-turn yang akan diberlakukan Rabu (25/1/23) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok di Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC), Depok mendapat penolakan dari warga Klaster 1 Anggrek dan Klaster Alpinia.
Wargasampai memasang spanduk bertulisan ‘Kami Tidak Setuju Dengan Rencana Penutupan Putaran Jalan di Lokasi Depan PLN Ini’ di seberang kantor PLN tersebut.
Ketua RT08/04 Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya yang masuk di Klaster Alpina GDC, Jaka Pramana mengatakan, hampir semua warga menolak putaran depan PLN ditutup karena aktivitas warga menggunakan akses putaran.
“Ya mengantar anak sekolah banyak ke arah sana, sehari-hari melewati itu untuk ke Pasar Pucung,” ungkap Jaka.
Jaka melanjutkan, penolakan ini dilakukan atas dasar aspirasi 80 persen warga, di mana anaknya bersekolah di Al-Azhar.
“Anak saya juga sekolah di sana, kalau putaran itu ditutup akan memberatkan warga untuk berputar lebih jauh,” beber Jaka.
Kendati demikian, Jaka menyebut bahwa warga Cluster Alpinia dan Anggrek 1 tidak keberatan dengan penutupan u-turn di titik lainnya. Menurutnya, U-turn depan PLN berada paling dekat dengan wilayahnya juga merupakan putaran penting bagi warganya.
“Keberatan yang itu doang, sih, yang lain nggak apa-apa nggak ada penolakan. Kita merasa ini masih wilayah kita biarpun jalanan bukan milik kita tapi punya pemda ya, tapi kita merasa ini urgent gitu keberatan lah,” tutur Jaka.
Jaka mengaku bersama Ketua RT 07 Cluster Alpinia dan Anggrek 1 sudah mengirimkan surat penolakan pada Kamis 19 Januari 2023 lalu.
Dirinya berharap dapat melakukan dialog bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok sebelum rencana penutupan U-turn diberlakukan Rabu (25/1/23).
“Kami ingin pertemuan dialog dengan Dishub sebelum penutupan dilaksanakan,” kata Jaka. (*






