Penyakit Misterius Mirip Covid-19 Serang Afghanistan, Gejalanya Serang Pernafasan

Indonesiadaily.net – Puluhan orang meninggal dunia di distrik Wakhan di wilayah pegunungan Pamir, Afghanistan setelah terpapar penyakit yang disebut mirip dengan Covid-19.

Gejala penyakit ini mirip dengan gejala penyakit Covid-19. Bahkan, dua minggu terakhir penyakit ini menjadi perhatian di negara tersebut.

Bacaan Lainnya

Melansir JawaPos.com, media Turki, Anadolu, melaporkan bahwa setidaknya 21 orang telah meninggal karena penyakit misterius di negara tersebut. Semua kasus dimulai di wilayah Wakhan, yang berbatasan dengan Tajikistan. Pejabat Kesehatan Pakistan telah dikirim ke wilayah tersebut untuk menyelidiki sifat wabah penyakit tersebut.

MailOnline melaporkan bahwa pejabat kesehatan di Afghanistan telah mengklasifikasikan penyakit misterius itu sangat mirip dengan Covid-19. Laporan lokal mengatakan bahwa kematian pertama terjadi dua minggu lalu.

Oleh karena itu, Kyrgyzstan telah mengirimkan delegasi ke wilayah tersebut atas kekhawatiran penyakit tersebut dapat menyebar lebih jauh.
Sebelum krisis kesehatan saat ini, wabah kolera dan polio baru-baru ini melanda Afghanistan.

Kantor Berita Bakhtar yang dikendalikan Taliban mengklaim pekan lalu bahwa setidaknya 50 anak muda meninggal karena penyakit pernapasan di distrik Baghlan di Afghanistan utara hanya dalam sebulan. Otoritas Rumah Sakit Baghlan mengakui bahwa 1.000 anak muda di daerah tersebut mengalami sakit infeksi saluran pernapasan pada bulan sebelumnya.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC), juga menyatakan pada November bahwa jumlah anak yang dirawat karena pneumonia telah meningkat lebih dari 50 persen pada 2022 dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu. Data ICRC yang diberikan awal bulan ini juga mengungkapkan bahwa infeksi pneumonia di negara itu meningkat 35 persen dalam setahun menjadi 213.049 pada tahun 2022.

Otoritas Taliban mengatakan bahwa klinik di provinsi tertentu mengalami peningkatan tajam dalam jumlah orang yang menderita infeksi misterius ini. Sesuai The Press United, dua pasien telah meninggal Desember lalu dengan laporan lokal mencatat bahwa kedua korban adalah anak-anak.

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *