Ini Isi Kerjasama PDAM Tirta Kahuripan Bogor dengan KP2C untuk Jaga Sungai

PDAM Tirta Kahuripan Bogor kerjasama komunitas 1
PDAM Tirta Kahuripan Bogor menjalin kerjasama dengan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C).

Indonesiadaily.net, Bogor – PDAM Tirta Kahuripan Bogor menjalin kerjasama dengan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C).

Tentunya dalam pertemuan tersebut, kerjasama yang dijalin untuk kebaikan dan menguntungkan kedua belah pihak dalam menjalankan programnya. Jadi lebih bersinergi dalam hal mitigasi bencana terkait Sungai Cikeas dan Cileungsi.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut PDAM Tirta Kahuripan Bogor diwakili Asisten Manajer Pengelolaan Sumber Air, Krisman Nuryadin dan ada Ketua KP2C, Puarman.

Ketua KP2C, Puarman membeberkan beberapa permasalahan umum tentang sungai. Dimana ada beberapa vegetasi yang rusak dan bisa menyebabkan banjir saat musim penghujan. Tidak hanya itu ada juga permasalahan limbah dari ratusan industri rumahan dan besar.

“Lalu yang menjadi permasalahan adalah sampah rumpun bambu dan rumah tangga, yang kerap bisa membuat banjir,” jelasnya.

PDAM Tirta Kahuripan Bogor kerjasama komunitas 2

Puarman menjelaskan, peran KP2C adalah memberikan peringatan dini apabila terjadi banjir di hulu sungai sebagai peringatan dini masyarakat yang tinggal di bantaran hilir sungai dan melakukan patroli susur sungai untuk mengawasi kelestarian sungai.

“Tentunya juga ada pemberian edukasi kepada masyarakat, agar sungai sebagai tempat wisata susur sungai yang menguntungkan secara ekonomi maupun ekologi,” katanya.

Sementara itu, Asisten Manajer Pengelolaan Sumber Air, Krisman Nuryadin mengatakan, KP2C sudah lama dikenal sebagai komunitas yang berkonsentrasi pada kegiatan sistem peringatan dini bencana banjir dan peduli pada tata kelola lingkungan sungai. Hal itu, tentu saja berkaitan erat dengan kepentingan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

“Kami sangat bergantung pada sungai sebagai sumber air baku untuk diolah menjadi air bersih bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” terangnya.

Krisman Nuryadin pun mengakui Perumda Air Minum Tirta Kahuripan tentunya akan diuntungkan atas kegiatan positif dari KP2C dalam hal peringatan dini terkait baik dan pencemaran limbah di hulu. Sehingga, PDAM Tirta Kahuripan Bogor bisa melakukan pencegahan atau antisipasi lebih awal, agar tidak menimbulkan kerugian yang besar dan memaksimalkan pasokan air di recevoir untuk tetap menjaga pengaliran air bersih tetap normal di saat kritis tersebut.

“Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dan KP2C akan mengajak dinas terkait melakukan susur sungai untuk melihat secara langsung keadaan vegetasi sungai dan dampak pembuangan limbah industri terhadap kualitas air sungai,” tuturnya.

Krisman menjelaskan, itu juga bagian dari persiapan menghadapi musim kemarau di bulan Maret yang bisa berpengaruh pada kualitas air sangat buruk bahkan tidak dapat diolah menjadi air bersih sehingga yang dirugikan adalah masyarakat Kabupaten Bogor sendiri.

“Tentunya permasalahan di atas memerlukan perhatian dari dinas terkait untuk memberikan sanksi tegas dan edukasi, dengan harapan timbulnya kesadaran menjaga kelestarian sungai berarti menjaga ketersediaan air bersih untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkapnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *