Indonesiadaily.net – Masa anak anda mengalami gigi yang ingin copot pasti akan dilewati. Hal ini lantaran perubahan gigi susu menjadi gigi dewasa yang nanti bakal menjadi permanen.
Pada proses gigi anak goyang atau ingin lepas itu biasanya anak akan sulit dibawa ke dokter. Ya, pergi ke dokter mungkin bagi sebagian anak akan sangan menakutkan.
Karena alasan tersebut, orang tua memilih untuk tidak mambawa anak keke dokter dan membiarkan gigi copot sendiri.
Melansir Suara.com, mencabut gigi tanpa pertolongan dokter menjadi pertanyaan lain apakah aman dilakukan. Menanggapi hal tersebut, Dokter Gigi, Drg. Yeni Yuliani, MM, MARS mengatakan, mencabut gigi susu anak sendiri bukanlah sebuah masalah. Hal ini karena akar gigi susu nantinya akan habis dari benih gigi dewasa yang tumbuh.
“Kalau untuk gigi susu (cabut sendiri) tidak masalah. Jadi gigi susu di bawahnya ada benih gigi tetap, jadi akarnya akan habis oleh benih gigi tetap, makannya dia goyang dan bisa dicabut. Jadi kalau dibantu dengan kapas, alkohol gitu, dicabut enggak masalah karena dia akan tumbuh,” ucap Dokter Yen.
Dokter Yeni menjelaskan, pada dasarnya setiap gigi susu akan ada waktunya untuk tanggal. Maka dari itu, ketika sudah goyang dan waktunya tanggal, memang harus dicabut. Hal ini agar gigi dewasa tersebut dapat tumbuh dengan baik.
Namun, yang menjadi masalah terkadang bagi beberapa anak giginya mengalami karies. Hal ini menyebabkan gigi goyang, sementara gigi dewasanya belum waktunya untuk keluar.
“Kalau dia giginya tidak karies, lalu goyang memang sudah waktunya tanggal, jadi justru kalau dia tidak tanggal, gigi dewasanya sudah tumbuh kami cabut biar dia bagus tumbuhnya. Yang repot itu kalau dia karies, goyang, padahal gigi dewasanya belum waktunya keluar,jadi dia ompong sementara kan,” jelas Dokter Yeni.
Kondisi ompong sementara ini juga nantinya dapat memberikan masalah. Pasalnya, saat anak omong, gigi dewasa dapat tumbuh berantakan. Hal ini karena dorongan gigi untuk mengisi area ompong tersebut.
“Jika ompong, gigi dewasanya tumbuhnya di mana-mana jadinya karena di area tersebut sudah kosong, jadi geser karena enggak kebagian tempat. Jadi yang dikhawatirkan itu, belum waktunya tanggal, dia malah tanggal gitu,” sambungnya.
Untuk gigi sendiri, biasanya setiap anak sudah memiliki gigi dewasa secara penuh di usia 12 tahun. Namun, hal ini kembali lagi dengan pertumbuhan yang dialami anak tersebut.
Editor: Nur Komalasari






