Setelah Pandemi Covid-19 Mereda, Berikut 5 Orang Terkaya di Dunia

pandemi covid-19
Elon Musk.

Indonesiadaily.net – Perekonomian dunia melemah secara signifikan, setelah 2 terakhir pandemi covid-19 menyerang seluruh negara yang ada di dunia.

Meski pandemi Covid-19 sudah mulai mereda, muncul permasalahan baru, yakni adanya eskalasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang terjadi hingga saat ini. Hal itu berdampak pada beberapa harga komoditas terutama pangan dan energi mengalami lonjakan yang cukup meningkat.

Bacaan Lainnya

Namun, beberapa pengusaha terkenal dan menjadi orang terkaya di dunia tentu merasakan dampak yang terjadi dengan keadaan saat ini. Tetapi mereka tetap sesuai dengan pendirian dan usaha yang dimiliki terus dijalankannya.

Dikutip dari Forbes, Sabtu 5 November 2022, terdapat 5 orang terkaya di dunia yang masih bertahan, diantaranya.

  1. Elon Musk

Elon Musk memiliki kekayaan bersih senilai USD 206,6 miliar. Kekayaan tersebut bersumber dari enam perusahaan termasuk pembuatan mobil listrik Tesla, produsen rocket Spacex dan startup tunneling Boring Company. Dia memiliki sekitar 25 persen dari Tesla antara saham dan opsi, tetapi telah menjanjikan lebih dari setengah sahamnya sebagai jaminan untuk pinjaman.

SpaceX, didirikan pada 2002, bernilai USD127 miliar setelah putaran pendanaan pada Mei 2022. Sementara Boring Company, yang bertujuan untuk mengalahkan lalu lintas, mengumpulkan USD675 juta pada April 2022 dengan penilaian USD5,7 miliar.

Tidak berhenti disana, bisnis Elon Musk makin menjalar meski masih dalam suasana pandemi Covid-19 setelah Twitter setuju untuk menjual perusahaan itu kepada Musk seharga $44 miliar pada April 2022, setelah dia mengungkapkan 9,1 persen saham dan mengancam pengambilalihan yang tidak bersahabat. Kesepakatan itu ditutup pada Oktober 2022 setelah Musk mencoba mundur dan Twitter menggugat. Musk sekarang memiliki saham sekitar 82 persen dari perusahaan.

  1. Bernard Arnault dan Keluarga

Bernard memiliki harta kekayaan bersih senilai USD 152,4 miliar. Arnault mengawasi kerajaan LVMH dari sekitar 70 merek fashion dan kosmetik, termasuk Louis Vuitton dan Sephora.

Bernard pun melakukan gebrakan bisnis dengan LVMH mengakuisisi perhiasan Amerika Tiffany & Co senilai $15,8 miliar pada Januari 2021., yang diyakini sebagai akuisisi merek mewah terbesar yang pernah ada.

LVMH menghabiskan USD3,2 miliar pada 2019 untuk grup perhotelan mewah Belmond, yang memiliki atau mengelola 46 hotel, kereta api, dan kapal pesiar sungai. Ayahnya menghasilkan sedikit uang dalam konstruksi. Arnault memulai karirnya dengan mengumpulkan USD15 juta dari bisnis itu untuk membeli Christian Dior pada tahun 1985.

  1. Gautam Adani

Gautam Adani merupakan orang terkaya ketiga yang berasal dari negara India. Dia memiliki harta kekayaan bersihnya yakni USD 136 miliar. Kekayaan tersebut didapat dari hasil kerja kerasnya dia mendirikan Group Andani yang didirikan pada tahun 1998.

Dari situ, Adani memiliki 6 perusahaan di India yang menggeluti perusahaan di banyak sektor, batu bara hingga pelabuhan.

  1. Jeff Bezos

Jeff Bezos memiliki kekayaan bersih yakni USD 120,3 miliar. Harta tersebut ia dapat setelah mendirikan e-commerce Amazon pada tahun 1994 dari garasinya di Seattle. Namun secara mengejutkan, Jeff mengundurkan diri sebagai CEO untuk menjadi ketua eksekutif pada Juli 2021.

Saat ini dia memiliki sedikit kurang dari 10 persen dari perusahaannya. Bezos telah menyumbangkan saham senilai lebih dari $400 juta kepada organisasi nirlaba pada tahun 2022. Bezos memiliki The Washington Post dan Blue Origin, sebuah perusahaan kedirgantaraan yang mengembangkan roket, dia sempat terbang ke luar angkasa dalam waktu singkat pada Juli 2021.

  1. Warren Buffett

Dia dikenal sebagai “Oracle of Omaha,” Warren Buffett adalah salah satu investor paling sukses sepanjang masa. Saat ini dia memiliki harta kekayaan bersih sebesar USD 102,2 miliar. Buffett menjalankan Berkshire Hathaway, yang memiliki puluhan perusahaan, termasuk perusahaan asuransi Geico, pembuat baterai Duracell dan rantai restoran Dairy Queen.

Dia merupakan seorang putra dari anggota kongres AS. Awal mula dirinya pertama kali membeli saham pada usia 11 tahun dan pertama kali mengajukan pajak pada usia 13 tahun. Sejauh ini dia telah memberikan lebih dari $49 miliar, sebagian besar untuk Gates Foundation dan yayasan anak-anaknya.

Pada tahun 2010, dia dan Bill Gates meluncurkan Giving Pledge, meminta para miliarder untuk berkomitmen menyumbangkan setidaknya setengah dari kekayaan mereka untuk tujuan amal. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *