Indonesiadaily.net – Sebuah minimarket yang ada di Kampung Lengkong Kulon, RT 03 RW 02 Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang disatroni sekelompok rampok bersenjata api.
Kelompok rampok berjumlah empat orang tersebut beraksi saat minimarket hendak tutup, pada Minggu (20/11/2022) sekitar pukul 22.58 WIB.
Empat perampok bersenjata api berhasil menggasak uang sekitar Rp25 juta dari minimarket.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pagedangan AKP Seala Syah Alam membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.
“Pelaku mengendarai dua unit sepeda motor merampok tempat berbelanja tersebut. Salah satu dari mereka menodongkan pistol ke kasir,” kata Seala, Senin (21/11/2022).
Ia menjelaskan sebuah minimarket di Kampung Lengkong Kulon, RT 03 RW 02 Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, dirampok oleh empat anggota komplotan berpistol.
Dirinya menambahkan sebelum beraksi para pelaku diduga sudah mengintai lokasi minimarket tersebut.
“Pelaku memaksa kasir membuka brankas namun kuncinya tidak ada. Lalu pelaku pun mengambil uang yang ada di laci kasir,” ucapnya.
Setelah mengambil uang, para pelaku bergegas pergi meninggalkan toko. Atas kejadian tersebut, korban melaporkan ke Polsek Pagedangan guna penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu Kepala Toko, Aryadilah mengatakan saat kejadian ada empat karyawannya yang berjaga.
“Semalam ada empat yang jaga, tiga cowo dan satu cewek. Pegawai saya lagi mau masukin motor, tiba-tiba datang empat orang bawa pistol bawa pisau langsung masuk ke dalam,” ucapnya yang dikutip dari Sindonews.
Di bawah ancaman, para pegawai disuruh duduk jongkok di area kasir. Lantas pelaku lain beraksi membuka laci kasir. Sedang yang lainnya memaksa seorang pegawai menunjukkan lokasi brankas di lantai atas.
Pelaku berhasil menggasak uang puluhan juta. Aksi mereka yang tak lebih dari 15 menit itu terekam dalam kamera Close Circuid Television (CCTV) di dalam minimarket. Mereka bergegas kabur setelah seoramg pegawai nekat berteriak minta tolong dari atap loteng.
Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari






