Kelima Kalinya, Indonesia Jadi Ketua ASEAN 2023

Indonesiadaily.net – Indonesia resmi menjadi ketua ASEAN pada 2023. Hal itu ditandai dengan penyerahan keketuaan dalam Upacara Penutupan KTT Ke-40 dan Ke-41 serta KTT Terkait lainnya di Hotel Sokha Phnom Penh.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima palu dari Perdana Menteri Kamboja Hun Sen sebagai penanda bahwa Indonesia telah menjadi Ketua ASEAN.

Bacaan Lainnya

“Sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun 2023. Keketuaan Indonesia akan menjadikan ASEAN Matters: Epicentrum of Growth,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya, dikutip dari laman Setkab.

Ini bukan kali pertama diterima oleh Indonesia. Sebelumnya, Indonesia sudah pernah menjabat sebagai ketua ASEAN sebanyak empat kali, yakni pada 1976, 1996, 2003, dan 2011.

Ditunjuk menjadi ketua ASEAN membuat Indonesia menerima tugas baru. Negara anggota ASEAN yang ditunjuk menjadi ketua ASEAN wajib menjalankan beberapa tugas.

Pertama, wajib memimpin KTT ASEAN dan KTT terkait, Dewan Koordinasi ASEAN, tiga Dewan Komunitas ASEAN, Badan Kementerian Sektoral ASEAN terkait dan pejabat senior, serta Komite Perwakilan Tetap sebagaimana tertulis dalam Pasal 31 Piagam ASEAN.

Ketua ASEAN juga wajib secara aktif mempromosikan dan meningkatkan kepentingan dan kesejahteraan ASEAN, termasuk upaya membangun Komunitas ASEAN melalui inisiatif kebijakan, koordinasi, konsensus, dan kerja sama.
Ketua ASEAN harus melaksanakan tugas dan fungsi lain yang diamanatkan.

Keketuaan ASEAN ini akan bergilir setiap tahun berdasarkan urutan abjad dari nama-nama negara anggotanya dalam bahasa Inggris.

Masih dari sumber yang sama, berikut daftar negara yang pernah mendapatkan mandat sebagai ketua ASEAN terhitung sejak 1976:

1976: Indonesia
1977: Malaysia
1987: Filipina
1992: Singapura
1995: Thailand
1996: Indonesia
1997: Malaysia
1998 : Vietnam
1999: Filipina
2000: Singapura
2001: Brunei Darussalam
2002: Kamboja
2003: Indonesia
2004: Laos
2005: Malaysia
2006: Filipina
2007: Singapura
2008: Thailand
2009: Thailand
2010: Vietnam
2011: Indonesia
2012: Kamboja
2013: Brunei Darussalam
2014: Myanmar
2015: Malaysia
2016: Laos
2017: Filipina
2018: Singapura
2019: Thailand
2020: Vietnam
2021: Brunei Darussalam
2022: Kamboja

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa harapannya terkait dengan ditunjuknya Indonesia sbegaai ketua ASEAN pada 2023.

Presiden mengatakan bahwa ASEAN harus menjadi kawasan yang stabil dan damai, dan menjadi jangkar stabilitas dunia.

ASEAN juga wajib secara konsisten menegakkan hukum internasional dan tidak menjadi proksi siapapun.

“ASEAN harus menjadi kawasan yang bermartabat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi,” kata Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga berharap agar ASEAN menjadi kawasan ekonomi yang tumbuh cepat, inklusif, dan berkelanjutan.

Begitu juga dengan peningkatan kapasitas institusi ASEAN yang turut menjadi perhatian Presiden Jokowi untuk menjawab tantangan 20 tahun ke depan.
Dengan begitu, pada 2045 ASEAN lebih adaptif, responsif, dan berdaya saing.

“Semua itu harus diperjuangkan dengan cara ASEAN yaitu konsisten dengan semangat kerja sama serta menjalankan Piagam ASEAN seutuhnya,” tutupnya.

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *