Indonesiadaily.net – Mesin ATM yang ada di perbatasan Pakistan-China ini dinobatkan menjadi mesin ATM tertinggi di dunia. Gimana tidak, mesin tersebut berada di ketinggian 4.693 Mdpl. Beku nggak ya uangnya?
Melansir dari BBC, selasa 11 Oktober 2022, ATM Khunjerab Pass tersebut dibangun National Bank of Pakistan (NBP) pada tahun 2016. Dalam pengoperasiannya, mesin ATM tersebut menggunakan tenaga surya dan angin.
ATM tersebut digunakan oleh warga di sekitar perbatasan dan para pelancong yang meluangkan waktu untuk melihat mesin ATM ini. Candaan yang kerap dilontarkan ke ATM tersebut adalah ‘cold, hard cash’.
Butuh waktu empat bulan untuk membangun ATM di ketinggian tersebut. Karena memang jarak bank NBP terdekat sampai 87 Km di Sost.
Butuh perjuangan juga bagi manajer cabang Sost, Zahid Hussain yang secara teratur melakukan perjalanan bolak-balik, menghadapi cuaca ekstrim, melewati gunung berbahaya dan sering erosi untuk mengisi ATM.
“Rata-rata, sekitar 4 hingga 5 juta Rupee (Rp 742.599.600- Rp 928.249.500) ditarik dalam rentang waktu 15 hari,” katanya.
Jika terjadi permasalahan seperti keadaan darurat yang berkaitan dengan konektivitas satelit, cadangan tenaga surya, penarikan uang tunai dan kartu macet (tahun lalu, angin kencang mematikan sementara ATM), petugas harus menempuh waktu 2 jam lebih untuk ke lokasdi.
“Dibutuhkan sekitar dua hingga dua setengah jam bagi seseorang di darat untuk mencapai (ATM) dan melakukan perbaikan,” Petugas yang memonitor dan menyediakan data real-time ke cabang Sost, Bibi.
Memang salah satu kekhawatiran traveler yang menarik uang di sini adalah kartu mereka macet di mesin. Mau tidak mau mereka harus menunggu lebih dua jam untuk menunggu petugas bahkan ada yang harus menunggu hingga besok. Karena cuaca ekstrem dan tidak mudah juga menuju lokasi.
Banyak alasan yang bisa membuat manajer bank ini untuk pindah kerja, namun dia tidak melakukannya karena ada daya tarik bekerja di ATM Khunjerab Pass. Terlepas dari tekanan tinggi, taruhan tinggi di ketinggian tidak biasa.
“Saya merasa sangat senang untuk menjadi bagian dari perubahan paradigma alam dan teknologi yang luar biasa ini,” ungkapnya.
Hussain mengatakan, pembangunan ATM ini untuk membantu orang-orang yang ada di sektar perbatasan. Juga ada penjaga perbatasan di Khunjareb Pass yang bergantung apda mesin ATM ini.
“Kita sering melupakan orang-orang yang menjaga perbatasan kita 24/7. Mereka mungkin tidak signifikan jumlahnya, tetapi mereka sering tinggal di taman besar itu sendiri dan tidak memiliki media lain untuk mentransfer gaji mereka kepada orang yang dicintai dan keluarga,” kata Hussain.
Selain penjaga, juga ada penjaga taman yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga kawasan di perbatasan.
Bakhtawar Hussain telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di taman, mengejar macan tutul salju atau membantu para ilmuwan dan peneliti mengukur pencairan glasial. Dia juga menjalankan kantin kecil di dekat lokasi sampai adanya kebijakan pembatasan Covid-19 memaksa dia menutup kedainya.
“Saya menyajikan teh, kopi, dan biryani… waktu-waktunya enak,” kenangnya.
Dia sekarang mengoperasikan kamar mandi portabel di Khunjerab Pass dengan sedikit biaya dan juga melengkapi mobilnya dengan tangki oksigen untuk menawarkan pertolongan pertama gratis kepada pengunjung.
“Dalam beberapa jam terakhir saja, saya sudah memberi tiga wanita oksigen. Kemarin, ada tujuh,” kata Bakhtawar. (*)
Editor : Pebri Mulya






