Indonesiadaily.net – Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih berlangsung hingga saat ini. Tidak hanya dalam negeri, tapi di luar negeri kabar ini juga masih berlangsung.
Paling baru, perusahaan jual beli mobil, Carsome juga dikabarkan melakukan PHK di unit usahanya yang berada di Malaysia.
Alasan efisiensi masih menjadi yang utama dalam isu PHK ini. Melansir dari sejumlah pihak, ini daftar perusahaan yang melakukan PHK pada pekan lalu:
Softbank
Perusahan ini melakukan pemutusan hubungan kerja kepada 150 karyawan. CEO Masayoshi Son mengatakan keputusan ini karena perusahaan merugi atas investasinya ke sektor teknologi.
Hal ini sejalan dengan rencana manajemen untuk memotong biaya operasional di unit Vision Fund karena merugi hingga US$50 miliar selama semester I 2022. Kebijakan yang sama berlaku di SoftBank Group International. Unit usaha itu juga memotong biaya operasional karena terus merugi.
Carsome
Perusahaan yang mempunyai unit usaha di Malaysia, Indonesia, Thailand dan Singapura ini dikatakan akan mengurangi karyawan di cabang negeri Jiran.
PHK ini dilaporkan akan dilakukan kurang dari 24 jam ke depan. Sebelumnya, Carsome juga dikatakan telah mengurangi karyawan di cabang Thailand.
Namun, dalam laporan yang dikutip belum disebutkan secara rinci berapa jumlah karyawan yang bakal di diputus.
Shopee
Melansir CNN, Shopee Thailand melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 10 persen dari total karyawan di negara tersebut. Dilansir dari The Thaiger, Kamis (29/9), jumlah orang yang terkena PHK sebanyak 100 orang. Shopee melakukan PHK untuk restrukturisasi perusahaan.Badai PHK Berlanjut, 3 Perusahaan Ini Baru Saja Melakukan
Manajemen perusahaan teknologi multinasional Singapura itu mengatakan restrukturisasi dilakukan guna meningkatkan efisiensi operasional untuk membuat perusahaan lebih gesit dan mampu mengembangkan pertumbuhan jangka panjang.
Shopee telah merestrukturisasi bisnisnya di banyak negara pada 2022. Hal itu dilakukan untuk membuat perusahaan lebih mandiri.
Tercatat dalam dua tahun terakhir Shopee menutup bisnisnya di Argentina, India, dan Prancis. Selain itu, Cabang di Chili, Kolombia, dan Meksiko juga memberhentikan sebagian besar karyawan mereka. Terbaru, e-commerce ini juga telah memangkas 10 persen karyawan di China dan 3 persen di Indonesia pada tahun ini.
Editor: Nurkomalasari






