Polres Depok dan Suporter Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan

Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar dan suporter sepak bola melakukan salat gaib. (Humas Polrestro Depok)
Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar dan suporter sepak bola melakukan salat gaib. (Humas Polrestro Depok)

Indonesiadaily.net – Doa bersama dan salat untuk tragedi Kanjuruhan dilaksanakan jajaran Polres Metro Depok serta suporter sepak bola di Masjid Al Ikhlas, Polres Metro Depok, Kamis (6/10).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk empati dan belasungkawa untuk para korban Tragedi Kanjuruhan.

Bacaan Lainnya

“Kami lakukan untuk mengirimkan doa kepada para korban Tragedi Kanjuruhan, keluarga yang ditinggalkan, serta para korban dalam dunia sepak bola Indonesia,” kata dia.

Dirinya berharap, peristiwa yang sama tidak terulang. Selain itu, tidak ada perbedaan antara suporter tetapi semua bisa berbaur menjadi satu.

“Selain doa dan shalat gaib, kami juga berencana menggelar kegiatan menyalakan lilin di lapangan mahakam. Namun dirinya belum dapat memastikan waktu pelaksanaanya.

“Nanti waktunya akan kita tentukan,” ucap Kapolres

Salah satu perwakilan suporter sepak bola yang ada di Kota Depok berharap yang sama, tragedi ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi PSSI.

“Pesan untuk PSSI, ya kita berharap kedepannya gelaran liga maupun internasional ya koordinasinya lebih baiklah agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” papar dia.

“Nanti kita juga inisiasi seribu lilin sebagai simbol kedukaan kita bersama atas tragedi Kanjuruhan. Kalau di Depok tidak ada yang jadi korban, itu pyur di Malang sana,” jelas dia.

Sebagaimana diberitakan, Sebanyak 127 suporter tewas setelah kerusuhan antar pendukung sepakbola Arema FC dan Persebaya Surabaya pecah pada Sabtu malam (1/10).

Hal ini disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam keterangannya disuportersuasa127 Suporter Tewas dalam Laga Arema FC Kontra Persebaya Malang pasca kejadian kerusuhan itu berlangsung.

“Dalam kejadian itu ada 127 orang meninggal, dua diantaranya anggota Polri, ” papar Nico.

Dirinya menjelaskan, dari total korban meninggal, 34 orang tewas di dalam stadion, sedangkan sisanya meninggal di rumah sakit.(*)

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *