Panwascam Limo Depok Catat 52 Kampanye di Wilayahnya, Partai Ini Paling banyak

Komisioner Bawaslu Depok Sulastio bersama jajaran Panwascam Limo saat rilis hasil pengawasan di sekretariat Panwascam Limo, Kecamatan Limo, Sabtu (30/12/2023). Foto : Andri/Indonesiadaily.net

Indonesiadaily.net, Depok – Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan atau Panwascam Limo mencatat ada 52 kampanye di wilayahnya selama periode 28 November-25 Desember 2023, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terbanyak dengan 17 kegiatan.

Ketua Panwascam Limo, Hery Hardianto mengatakan wilayahnya terdiri dari 4 Kelurahan, yaitu Meruyung, Limo, Krukut, dan Grogol, memberikan tantangan tersendiri dalam melaksanakan pengawasan kampanye.

Bacaan Lainnya

“Selama tahapan kampanye berlangsung, dari 28 November – 25 Desember 2023, tercatat 52 kegiatan kampanye. Di dominasi partai PKS dengan 17 kegiatan, diikuti Golkar dengan 14 kegiatan, dan Demokrat dengan 7 kegiatan,” kata Hery Hardianto.

Hery Hardianto, menegaskan pihaknya berhasil menjaga kondusivitas dan kelancaran pelaksanaan kampanye melalui sinergi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat.

“Sebelum tahapan dimulai, kami menganalisis potensi pelanggaran, termasuk potensi keterlibatan ASN, TNI/Polri, pejabat BUMN/BUMD, serta konflik antar pendukung,” tegas Hery.

Hery menjelaskan Langkah-langkah pencegahan dilakukan dengan menghubungi tim kampanye, memberikan penjelasan aturan, dan melibatkan komunikasi dengan masyarakat setempat.

“Tim kampanye diharapkan berkoordinasi dengan RW dan RT sebelum, selama, dan setelah kampanye,” jelas Hery.

Lanjut, Hery Hardianto, Panwascam Limo juga menjalin komunikasi erat dengan seluruh unsur, seperti Peserta Pemilu, Polsek, Koramil, pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan forum masyarakat.

“Melalui kegiatan sosialisasi partisipatif, surat himbauan, dan posko aduan masyarakat, mereka berusaha menjaga netralitas ASN dan mencegah pelanggaran kampanye,” tambah Hery.

Hery menuturkan upaya memastikan informasi terkoneksi dengan cepat, pihaknya membentuk grup WhatsApp yang melibatkan unsur keamanan dan pemerintahan.

“Peningkatan kapasitas pengawas, baik formal maupun informal, menjadi fokus untuk mengantisipasi berbagai bentuk pelanggaran kampanye,” tutur Hery.

Ia berharap upaya pencegahan dan kinerja pengawasan yang dilakukan dapat menciptakan tahapan kampanye yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Pemilihan Umum Tahun 2024 diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan demokratis,” pungkas Hery. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *