Ini Dia Lagu Pertama Yang Ada di Dunia

Indonesiadaily.net – Lagu tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Meski liriknya menggunakan bahasa tertentu yang tidak dapat dimengerti secara universal, lagu bisa mempersatukan warga di berbagai belahan dunia.Lalu, lagu apa ya yang pertama ada di dunia?

Berdasarkan informasi situs BBC, sebuah lagu berusia 3.500 tahun ditemukan di tablet tanah liat (seperti batu panjang) oleh para arkeolog di Suriah pada 1950-an.

Bacaan Lainnya

Lagu itu disebut Himne Hurrian. Ditemukan setelah digali di tengah reruntuhan istana kuno milik peradaban Hurrian kuno.

Ini adalah lagu lengkap tertua yang pernah ditemukan. Tablet itu berisi tulisan bahasa Hurrian tetapi menggunakan aksara runcing.

Akademisi telah menghabiskan waktu puluhan tahun dan memperdebatkan bagaimana menafsirkan notasi musik kuno lagu tersebut.

Alex Last berbicara dengan Richard Dumbrill, seorang arkeolog musik terkemuka yang telah menghabiskan puluhan tahun mempelajari tablet tersebut dan telah menghasilkan interpretasinya sendiri atas lagu tersebut.

Jika diberi notasi, lagu ini berdurasi 9 menit, seperti yang dimuat di situs BBC.
Lagu pertama di dunia adalah  lagu Himne Suriah yang berjudul “Hymn to Creation“, yang sudah ada sejak 4000 tahun lalu.

Hymn to Creation ditulis menggunakan bahasa Cuneiform, yaitu bahasa pertama dalam sejarah manusia yang digunakan oleh bangsa Sumeria.

Kemudian, barulah teori musik mulai dikembangkan pada tahun 470-525 Masehi oleh Boethius, seorang filsuf Romawi.

Seiring berjalannya waktu dan bertambah majunya perkembangan musik dunia membuat orang-orang semakin kreatif dalam memproduksi lagu.

Pada saat ini, lagu mengalami perubahan dari segi lirik dan alunan musiknya. Lirik yang dulu bertemakan cinta, persahabatan, dan kehidupan kini dapat berubah menjadi kebebasan, pergaulan bebas, dan bahkan mengandung unsur seks dan konten eksplisit.

Oleh karena itu pendampingan orang tua sangat dibutuhkan saat ini pada era perkembangan produksi lagu yang sangat pesat. (*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *