Angka Kasus Harian Covid-19 Alami Kenaikan

Angka kasus covid 19 alami kenaikan (ilustrasi)

Indonesiadaily.net – Pemerintah kembali melaporkan kenaikan angka kasus harian Covid-19. Sebelumnya pemerintah sudah mewanti-wanti adanya kenaikan jumlah kasus mengingat munculnya temuan baru Omicron XBB di Indonesia.

Per Minggu (30/10/2022) pukul 12.00 WIB, kasus Covid-19 bertambah 2.717 kasus dalam 24 jam terakhir.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 6.490.622 terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

DKI Jakarta kembali menempati posisi dengan penambahan kasus konfirmasi paling banyak, yaitu 1.081 kasus.
Kemudian, Jawa Timur 402 kasus, Jawa Barat 328 kasus, Banten 182 kasus, dan Jawa Tengah 175 kasus.

Sementara itu, kasus aktif bertambah 796 kasus dalam 24 jam terakhir, sehingga totalnya mencapai 24.544 kasus aktif.

Kasus aktif adalah pasien yang masih terkonfirmasi positif virus corona, dan menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Data ini merujuk pada data yang dipublikasikan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Data tersebut juga dapat dikunjungi masyarakat melalui situs Covid19.go.id.

Sembuh dan meninggal Data yang sama menunjukkan, ada penambahan kasus sembuh. Dalam sehari, jumlahnya bertambah 1.895.

Dengan demikian, total kasus sembuh Covid-19 hingga kini tercatat 6.307.481. Di sisi lain, masih ada 26 pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam periode 29-30 Oktober 2022.

Penambahan tersebut menjadikan total kematian akibat Covid-19 mencapai 158.597 orang. Selanjutnya, sebanyak 2.532 orang lainnya berstatus suspek.
Sementara itu, Jumlah spesimen yang diperiksa dalam 24 jam terakhir mencapai 37.104 dari 17.181 orang.

Berdasarkan pemeriksaan, sebanyak 4.675 spesimen dari 2.717 orang diketahui positif Covid-19. Data memperlihatkan, angka positivity rate harian sebesar 12,60 persen dan positivity rate mingguan 16-22 Oktober 2022 sebesar 8,80 persen.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mewanti-wanti potensi kenaikan kasus virus corona pada Februari 2023. Budi mengatakan potensi itu tetap perlu diwaspadai mengingat varian baru mulai menyebabkan kenaikan kasus di sejumlah negara, salah satunya Omicron XBB di Singapura.

“Risiko tetap ada di bulan Februari. Vaksin akan dikasih lagi di Desember sama Januari nanti,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia baru-baru ini melaporkan temuan empat kasus varian XBB. Rinciannya, tiga kasus ditemukan di DKI Jakarta dan satu kasus di Surabaya.

Satu kasus di DKI merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari Singapura, begitu juga pasien XBB dari Surabaya. Sementara dua kasus lainnya merupakan transmisi lokal. (*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *