Indonesiadaily.net– Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Kantor BPOM di Jakarta Pusat dalam momen buka puasa bersama Kepala BPOM Taruna Ikrar yang digelar pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan tinggi madya, staf ahli, pimpinan tinggi pratama, dan pegawai dari seluruh unit kerja di BPOM pusat, serta dihadiri pula oleh media. Selain sebagai ajang silaturahmi, momen ini juga menjadi wadah bagi jajaran BPOM untuk memperkuat komitmen pengawasan pangan selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.
Mengawali rangkaian kegiatan hari ini, Kepala BPOM turun untuk melakukan inspeksi langsung ke lapak penjaja pangan berbuka puasa (takjil) yang berada di sekitar area Kantor BPOM. Sembari mengecek keamanan pangan takjil yang dijual, Taruna Ikrar membeli beberapa jenis takjil dan berdialog singkat dengan penjual.
“Makanan takjil seperti ini penting untuk diolah dengan aman, jangan menggunakan bahan pengawet, pewarna, atau bahan-bahan yang berbahaya untuk pangan,” pesannya kepada salah satu pedagang yang ditemui.
Kepala BPOM mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa lebih dari 2.000 sampel dari fasilitas produksi pangan dan pasar-pasar tradisional hingga pedagang kaki lima (PKL). Sampel tersebut kemudian diuji cepat oleh petugas di laboratorium mobil keliling (mobling) BPOM untuk mengecek keamanan pangan dari bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan di dalam pangan. Hasilnya, petugas masih menemukan adanya penggunaan zat berbahaya pada makanan yang dijajakan untuk berbuka.
“Kami masih menemukan makanan yang mengandung formalin, yaitu mi kuning. Tentu, pedagang kami minta untuk tidak menggunakan lagi mi tersebut dan selanjutnya akan kami berikan pembinaan agar tidak menggunakan lagi mi berformalin tersebut,” jelas Taruna Ikrar terkait temuan tersebut.
Menjelang Idulfitri, fokus pengawasan BPOM juga menyasar pada peredaran parsel lebaran. Kepala BPOM memperingatkan para pelaku usaha agar tidak melakukan praktik “cuci gudang” dengan memasukkan produk rusak atau kedaluwarsa ke dalam kemasan parsel.
“Permintaan parsel meningkat luar biasa sehingga kadang digunakan pengusaha untuk cuci gudang. Kami akan bertindak tegas dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara rahasia untuk memastikan isi parsel sesuai aturan,” tegasnya.
Terkait ketersediaan stok, Kepala BPOM memastikan bahwa pasokan obat dan pangan nasional dalam kondisi cukup dan aman dari kelangkaan. Selain itu, Taruna menjelaskan bahwa BPOM tengah menuntaskan regulasi terkait nutri-level (pelabelan gizi) untuk mengontrol konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL). Hal ini dilakukan untuk menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular yang mencapai 73% di Indonesia.
Setelah melakukan inspeksi, pada kesempatan tersebut Kepala BPOM juga memberikan tali kasih berupa bingkisan kepada tenaga outsourcing yang bertugas di area kantor BPOM. Kemudian beranjak pada kegiatan menjelang berbuka puasa, yang diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan tausiyah menjelang berbuka puasa yang menghadirkan Ustadz Salahuddin Ayyub Fachruddin sebagai penceramah.
Dalam dialog singkatnya bersama para tamu yang hadir, Kepala BPOM ikut berbagi cerita mengenai kebiasaannya saat berbuka puasa. Menariknya, Taruna memilih menu yang sangat sederhana dan sehat untuk membatalkan puasa. “Menu favorit saya untuk buka puasa itu, seperti yang saya beli tadi di pinggir jalan. Pertama kurma, lalu rebusan pisang, dan terakhir nagasari. Sehat karena semuanya serba rebusan,” ujar Taruna.
Di balik kehangatan acara tersebut, Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM tidak mengendurkan pengawasan. Sejak satu minggu sebelum Ramadan, BPOM telah mengerahkan laboratorium berjalan (mobil keliling BPOM) ke pasar-pasar dan sentra takjil di seluruh Indonesia untuk memastikan keamanan pangan masyarakat.
“Hampir di seluruh Indonesia kita lakukan hal yang sama. Fokus kami adalah memastikan makanan, minuman, hingga obat yang dikonsumsi masyarakat betul-betul aman dari zat berbahaya seperti formalin dan pewarna terlarang,” tegasnya.
Menjelang Idul Fitri, ketika peredaran parsel meningkat, Taruna mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas. Ia membagikan tips praktis untuk mengenali pangan yang aman. Untuk makanan siap saji, pastikan tidak ada perubahan warna yang mencolok, bau tetap natural, dan bentuknya baik. Untuk makanan kemasan. Ia mengingatkan masyarakat agar selalu menerapkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa).
Selain pengawasan, BPOM juga berkomitmen membantu 1,7 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan melalui percepatan perizinan dan pendampingan teknis. Salah satunya dengan memanfaatkan peran Orang Tua Angkat (OTA), yang merupakan industri besar, untuk turut membina industri kecil agar standar keamanan pangannya meningkat.
Menutup penjelasannya, Taruna mengimbau masyarakat agar tidak sungkan melapor ke kanal pengaduan BPOM bila menemukan peredaran produk makanan yang dicurigai melanggar ketentuan. “BPOM membuka akses seluas-luasnya untuk melapor. Bisa lewat pusat pengaduan HALOBPOM, atau bahkan langsung ke Instagram pribadi saya di @taruna_ikrar. Saya akan tindak lanjuti dan teruskan ke direktorat terkait agar atensinya lebih besar,” pungkasnya.
Penulis : A Usman Tobias






