Indonesiadaily.net – Komunitas Sora adalah komunitas pergerakan di Kota Bogor, yang bertujuan untuk membangun kader gerakan yang terlibat dalam gerakan perubahan, yang salah satu kegiatannya adalah melakukan diskusi publik.
Dalam kegiatan diskusi Komunitas Sora saat ini, Jumat 6 Maret 2026, mengusung tema: Gerakan Mahasiswa dalam Perubahan di Indonesia, dengan Pembicara Standar Kia (aktivis 80’an(, Teddy Wibisana (aktivis 90’an) dan Galuh (Presiden Mahasiswa Pakuan 2026-2027.
“Kegiatan diskusi ini sekaligus juga pembukaan Komunitas Sora secara resmi,” ujar Teddy Wibisana penggagas komunitas ini.
Dalam kesempatan tersebut Teddy menyatakan bahwa gerakan mahasiswa sangat penting untuk perubahan di Indonesia. Sejarah membuktikan gerakan mahasiswa memiliki peran penting. Pada era 1990-an, mahasiswa menjadi aktor utama dalam mengkritisi rezim Soeharto yang berpuncak pada peristiwa Reformasi 1998.
“Momentum tersebut menandai perubahan besar dalam sistem politik Indonesia,” ujar Teddy.
Sementara Kia menjelaskan, memasuki era Reformasi, gerakan mahasiswa terus hadir dalam berbagai isu strategis: revisi undang-undang, isu korupsi, pelanggaran HAM, konflik agraria.
“Reformasi tidak berarti semua persoalan selesai, ketidak adilan dan ketimpangan sosial masih terus terjadi, maka regenarasi di gerakan mahasiswa harus terjadi,” ujar Kia
Sebagai pamungkas, Galuh Presiden Mahasiswa Pakuan 2026-2027, memaparkan gerakan mahasiswa kekinian, terkait dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, demokrasi digital bukan berarti ada demokrasi yang sebenarnya di dunia digital.
“Orang bebas memposting apa pun, namun resiko penangkapan pasca postingannya terus terjadi,” ujarnya.
Dari diskusi hari ini, semua peserta sepakat pada satu kesimpulan bahwa gerakan mahasiswa masih sangat penting, hanya perlu menyasuaikan dengan dinamika kekinian, termasuk bagaimana memanfaatkan teknologi. Karena setiap zaman menghadirkan tantangan baru.(*)






