Kemenko Polkam Sebut Literasi Keamanan Siber adalah Tanggung Jawab Bersama

 

Indonesiadaily.net – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan pentingnya kesadaran literasi keamanan siber sebagai bekal utama bagi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi ancaman digital yang kian kompleks.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur (Bidkoor Kominfo) Kemenko Polkam, Marsda TNI Eko Dono Indarto, saat membuka Forum Literasi Keamanan Siber yang digelar di Tarakan, Kalimantan Utara.

“Literasi keamanan siber merupakan pondasi dalam menghadapi ancaman hoaks, kejahatan siber, penyalahgunaan data pribadi, hingga penyebaran konten radikal yang dapat mengganggu integrasi bangsa,” tegas Eko dalam sambutannya.

Eko menekankan bahwa perlindungan ruang digital bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat perlu terlibat aktif, mulai dari ASN, aparat TNI-Polri, hingga pelajar dan mahasiswa.

“ASN harus menjadi teladan dalam penggunaan teknologi yang bijak, TNI-Polri perlu sigap dan adaptif dalam menjaga keamanan digital, sementara generasi muda harus dibekali dengan kemampuan berpikir kritis serta etika digital agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan,” ujarnya.

Forum ini digelar dengan mengusung tema “Bersama Lindungi Dunia Maya: Jaga Etika, Data Pribadi, dan Hindari Hoaks Serta Judi Online”. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari BSSN, Kominfo Digital (Komdigi), Kepolisian Daerah Kalimantan Utara, serta peserta dari unsur TNI-Polri, ASN, pelajar, dan mahasiswa.

Kalimantan Utara dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki posisi strategis sebagai provinsi perbatasan dan termasuk dalam wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), yang dinilai krusial dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus sebagai gerbang pengembangan ekonomi digital nasional.

“Kami menyadari bahwa membangun kapasitas keamanan siber bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut peningkatan kesadaran dan ketangguhan sumber daya manusianya,” tutur Eko.

Ia menambahkan, upaya ini juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan beretika, dengan mengedepankan nilai-nilai seperti integritas, kehati-hatian, kolaborasi, serta keberanian dalam melawan konten negatif.

“Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri digital sangat dibutuhkan demi memperkuat ketahanan digital nasional. Hanya dengan kerja sama lintas sektor, kita bisa membentuk generasi digital yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme dan integritas tinggi,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *