Menkop Budi Arie Sebut Koperasi Merah Putih Jadi Senjata Perangi Kemiskinan dan Kesenjangan

 

Indonesiadaily.net – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen menjadikan koperasi sebagai kekuatan utama dalam mengentaskan kemiskinan dan menciptakan pembangunan yang berkeadilan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang rencananya akan diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 19 Juli mendatang.

Bacaan Lainnya

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa koperasi harus menjadi aktor utama dalam sistem ekonomi nasional, bahkan mampu berkompetisi di tingkat global.

“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memerangi kemiskinan, menciptakan pembangunan berkelanjutan, dan menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang berkelas dunia,” ujar Budi Arie saat menerima audiensi CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat (INKUR), Suroto, dan Regional Director International Cooperative Alliance (ICA), Balu Iyer, di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Budi Arie mencontohkan keberhasilan koperasi di negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat. Di Jepang, jaringan koperasi pertanian Zen-Noh memiliki aset yang mencapai enam kali lipat dari perusahaan otomotif Honda. Sementara di AS, koperasi listrik dimiliki oleh konsumen dan beroperasi di seluruh negara bagian.

Untuk memperkuat posisi koperasi Indonesia di kancah internasional, ia juga mengusulkan penyelenggaraan seminar internasional pada 2025 dalam rangka memperingati Tahun Koperasi Internasional (International Year of Cooperatives/IYC 2025). Kegiatan ini akan mengundang koperasi besar dari berbagai negara, termasuk dari kawasan Asia Pasifik.

“Ini menjadi ajang untuk saling belajar dan menunjukkan bahwa koperasi bisa menjawab tantangan global, khususnya isu kesenjangan dan ketidakadilan ekonomi,” ucapnya.

Dirinya juga menyoroti beberapa koperasi sukses di Asia, seperti NTUC FairPrice di Singapura yang menguasai 62% pasar ritel nasional dan koperasi susu Amul di India yang dimiliki jutaan peternak sapi.

“Saya ingin koperasi tidak lagi menjadi pemain pinggiran, tapi menjadi pelaku utama dan soko guru ekonomi nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Regional Director ICA, Balu Iyer, menyampaikan bahwa ICA saat ini menaungi 321 organisasi koperasi nasional dan internasional dari lebih dari 100 negara, dengan jumlah anggota mencapai 1,3 miliar orang.

“ICA adalah organisasi koperasi internasional tertua dan terbesar di dunia, dan berperan penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan,” ungkap Balu.

Ia menambahkan, koperasi terbukti mampu berkontribusi terhadap hampir seluruh tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan PBB.

“Karena itu, PBB menetapkan tahun 2025 sebagai Tahun Koperasi Internasional, untuk mengakui peran besar koperasi dalam menjawab tantangan global,” tutup Balu.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *