Kemenko Polkam Tanggapi Temuan BRIN soal Paparan Ideologi Ekstrem di Kalangan Mahasiswa

Indonesiadaily.net – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) merespons serius hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait keterpaparan ideologi ekstrem di kalangan mahasiswa. Temuan ini disampaikan langsung dalam pertemuan audiensi antara Tim Riset BRIN dan Kedeputian V Kemenko Polkam di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Tim BRIN memaparkan hasil riset yang dilakukan sepanjang 2022 hingga 2024 di 32 perguruan tinggi dengan melibatkan sekitar 400 mahasiswa dari tiap kampus. Hasilnya mengungkap bahwa 11–13 persen responden mengaku pernah terpapar konten anti-Pancasila. Beberapa bahkan menyatakan bahwa Pancasila sudah tidak relevan dan dianggap bertentangan dengan ajaran agama.

Bacaan Lainnya

BRIN menyoroti media sosial sebagai kanal utama penyebaran ideologi ekstrem kepada generasi muda. Untuk itu, mereka mengusulkan perlunya sinergi lintas kementerian dan lembaga, serta mendorong peran aktif Kemenko Polkam dalam merumuskan kebijakan nasional terkait ketahanan ideologi.

Menanggapi hal tersebut, Kemenko Polkam menyatakan dukungannya terhadap langkah BRIN dan menekankan pentingnya pendekatan sistemik dalam membina ideologi kebangsaan, khususnya di kalangan muda.
“Penanganan isu ini tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan di media sosial. Pembinaan ideologi harus dimulai sejak dini, melalui pendidikan formal, lingkungan keluarga, serta komunitas,” ujar Asisten Deputi Media, Komunikasi, dan Informasi Kemenko Polkam.

Lebih lanjut, Kemenko Polkam mendorong BRIN untuk memperluas koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain, termasuk Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama, serta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Pertemuan tersebut juga merekomendasikan pembentukan forum koordinasi lintas sektor untuk merumuskan strategi terpadu dalam memperkuat ketahanan ideologis generasi muda di era digital yang terus berkembang.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *