Indonesiadaily.net – Partai Gerindra menjadi satu-satunya partai yang mengusung pasangan Maulan Aklil dan Zeki Yamani dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang Kota Pangkalpinang 2025. Tanpa dukungan dari partai politik lain, pasangan ini tetap mantap melaju menghadapi tiga pasangan calon lain yang didukung koalisi partai parlemen dan non-parlemen.
Maulan Aklil, yang akrab disapa Molen, menegaskan bahwa absennya koalisi bukan menjadi kendala berarti dalam pencalonannya. Ia menekankan pentingnya dukungan langsung dari masyarakat untuk melanjutkan program-program pembangunan yang telah dirintis selama masa jabatan sebelumnya.
“Kami yang penting berkoalisi dengan warga Kota Pangkalpinang, melanjutkan program pembangunan yang telah dimulai periode lalu,” ujar Molen.
Molen mengungkapkan bahwa sebelum mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), pihaknya telah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai. Namun, hanya Partai Gerindra yang memberikan komitmen penuh untuk mengusung dirinya bersama Zeki Yamani sebagai calon wali kota dan wakil wali kota.
Dukungan tersebut ditegaskan melalui surat rekomendasi pencalonan yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, serta Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani.
“Alhamdulillah kami tetap solid. Apa yang telah kami lakukan seperti pembangunan Masjid Agung Kubah Timah, optimalisasi aset, dan pembangunan ekonomi berbasis kegiatan berskala nasional akan terus berlanjut,” kata Molen.
Meski hanya diusung satu partai, Molen mengaku tetap optimistis. Ia menyebut restu dari Ketua Umum Gerindra menjadi dorongan moral yang sangat berarti.
“Gerindra mengusung kami di detik-detik terakhir. Pak Prabowo merestui kami maju kembali dalam konstestasi ini, meski hanya satu partai,” tambahnya.
Ketua DPD Gerindra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, memastikan kesiapan seluruh jajaran partai dalam menghadapi Pilkada tanpa mitra koalisi. Ia menginstruksikan seluruh pengurus dan kader untuk menyosialisasikan visi-misi pasangan Molen–Zeki kepada masyarakat.
“Saya sudah instruksikan jajaran pengurus dan kader untuk hadapi tantangan pilkada sesuai aturan yang berlaku. Sampaikan pada masyarakat apa yang hendak kita lakukan dalam membangun kota,” jelasnya.
Ketua DPC Gerindra Kota Pangkalpinang, Bangun Jaya, juga menyampaikan keyakinannya bahwa Gerindra tidak benar-benar sendirian.
“Tidak ada masalah kami diusung satu partai. Gerindra tidak sendiri, karena kami bersama masyarakat. Ini bukan tentang jumlah partai, tapi tentang kekuatan suara rakyat,” kata Bangun.
Pasangan Molen–Zeki mengusung tagline “HARMONI” sebagai semangat kampanye mereka di Pilkada ulang ini.
Sebagai informasi, Pilkada Pangkalpinang 2025 diikuti oleh empat pasangan calon. Selain Molen–Zeki, pasangan Saparudin–Dessy Ayutrisna didukung oleh koalisi besar yang terdiri dari PDI-P, PPP, PAN, Demokrat, PKB, dan PKN. Pasangan Basit Cinda–Dede Purnama diusung oleh Golkar, NasDem, PKS, Partai Ummat, dan Partai Buruh. Satu pasangan lainnya, Eka Mulya Putra dan Ratmida Dawam, maju melalui jalur perseorangan.
Keempat pasangan calon telah menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Penetapan calon tetap dijadwalkan pada 22 Juli 2025, diikuti pengundian nomor urut sehari setelahnya, serta masa kampanye selama 30 hari menjelang hari pemungutan suara.(*)






