Indonesiadaily.net – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ulang 2025 di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka diprediksi akan berlangsung sengit. Tidak seperti Pilkada 2024 yang sempat hanya menghadirkan satu pasangan calon melawan kotak kosong, Pilkada ulang kali ini diramaikan oleh banyak pasangan dengan kekuatan politik yang relatif berimbang.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuka masa pendaftaran pasangan calon pada 26 hingga 28 Juni 2025. Di Kota Pangkalpinang, terdapat empat pasangan yang resmi mendaftar, sementara di Kabupaten Bangka, lima pasangan telah dan akan segera mendaftarkan diri hingga hari terakhir pendaftaran.
Empat Paslon di Pilkada Ulang Pangkalpinang
Pasangan pertama yang mendaftar di Kota Pangkalpinang adalah Eka Mulya Putra – Radmida Dawam. Pasangan ini maju melalui jalur perseorangan dan mendaftarkan diri pada Kamis (26/6/2025). Dengan membawa simbol ‘Kerito Surong’, pasangan berjargon “Merdeka” ini menyatakan diri sebagai simbol perlawanan terhadap kotak kosong yang sempat menjadi fenomena pada Pilkada sebelumnya.
Tiga pasangan lainnya mendaftar pada Jumat (27/6/2025), yakni:
1. Maulan Aklil (Molen) – Zeki Yamani, diusung oleh Partai Gerindra.
2. Basit Sucipto – Ust. Dede Purnama, didukung oleh NasDem, Golkar, PKS, Partai Ummat, dan Partai Buruh.
3. Saparudin Masyarif (Prof Udin) – Dessy Ayutisna, diusung PDI Perjuangan, PAN, PPP, PKB, Demokrat, dan PKN.
Setiap pasangan hadir dengan cara unik saat pendaftaran. Prof Udin dan Dessy mengendarai vespa, sementara pasangan Basit-Ust. Dede disambut dengan tabuhan rebana dan iring-iringan pendukung berpakaian serba putih.
Lima Paslon Mendaftar di Kabupaten Bangka
Sementara itu, di Kabupaten Bangka, hingga Jumat (27/6/2025), empat pasangan telah mendaftar ke KPU Bangka, dan satu pasangan lainnya dijadwalkan mendaftar pada Sabtu (28/6/2025). Pasangan yang telah mendaftar adalah:
1. Andi Kusuma – Budiyono, didukung 10 partai politik termasuk PKB, Perindo, PBB, Gelora, PSI, dan lainnya.
2. Rato Rusdiyanto – Ramadian, didukung Partai Golkar dan NasDem.
3. Aksan Visyawan – Rustam Jaseli, diusung oleh PKS dan PPP.
4. Feri Insani – Syahbudin, mengantongi dukungan dari PDI Perjuangan dan Gerindra.
5. Pasangan terakhir yang dijadwalkan mendaftar pada Sabtu (28/6/2025) adalah Naziarto – Usen, yang disebut mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan PAN.
Pakar Politik: Pilkada Ulang Sebagai Ajang Reposisi Politik
Dosen Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung, Ariandi A. Zulkarnain, menyebut Pilkada Ulang ini sebagai fase krusial dalam demokrasi lokal. Ia menilai, kontestasi kali ini lebih terbuka dan inklusif, dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat serta partai politik yang sebelumnya terkesan pasif.
“Pilkada ulang bukan sekadar agenda prosedural. Ini harus menjadi refleksi bagi seluruh pihak untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan memiliki legitimasi kuat,” ujarnya.
Ariandi menilai bahwa tidak ada pasangan calon yang mendominasi secara elektabilitas. Belum ada kandidat yang menembus angka 30 persen dalam survei, sehingga peluang kemenangan masih sangat terbuka bagi semua paslon.
Harapan dan Nuansa Baru
Berbeda dari Pilkada sebelumnya, suasana Pilkada Ulang kali ini diwarnai dengan antusiasme politik yang lebih hidup. Kehadiran jalur independen seperti pasangan Eka-Radmida menjadi warna tersendiri, sementara partai politik tampak lebih cermat dalam membentuk koalisi dan mengusung calon.
Partisipasi aktif masyarakat serta keunikan dalam prosesi pendaftaran seperti iring-iringan motor, kerito surong, hingga vespa klasik menunjukkan bahwa Pilkada 2025 tidak hanya soal politik, tetapi juga ruang ekspresi dan kebudayaan masyarakat.
Pilkada Ulang 2025 dijadwalkan digelar serentak pada Rabu, 27 Agustus 2025 mendatang.(*)






