Indonesiadaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp69,8 triliun kepada sekitar 8,3 juta debitur UMKM di seluruh Indonesia.
Penyaluran KUR ini sudah mencapai hampir 40 persen dari total alokasi pemerintah sebesar Rp175 triliun untuk tahun 2025. Sebagian besar dana tersebut, sekitar 63,3 persen, disalurkan ke sektor produksi seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan alokasi Rp30,63 triliun, atau hampir 44 persen dari total penyaluran KUR BRI.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa penyaluran KUR ini merupakan bagian dari strategi BRI untuk memperluas akses pembiayaan produktif dan memberdayakan UMKM agar bisa berkembang dan naik kelas.
“Kami berkomitmen untuk terus menjadi bank yang pro-rakyat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM,” ujar Hery.
Sejak program KUR diluncurkan pada 2015 hingga Mei 2025, BRI telah menyalurkan total Rp1.327 triliun kepada lebih dari 44 juta debitur. Hal ini menunjukkan konsistensi BRI dalam mendorong UMKM sebagai pilar utama ekonomi Indonesia.
KUR tidak hanya memperluas akses pembiayaan dengan bunga rendah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, program ini mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2023 menyebutkan bahwa setiap debitur KUR dapat menyerap hingga tiga tenaga kerja baru, sehingga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja.
Penyaluran KUR yang difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti pertanian diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan sektor riil yang berdampak langsung kepada masyarakat luas. Dengan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan, BRI berharap UMKM dapat terus tumbuh dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.(*)





