Indonesiadaily.net – Kondisi Sungai Progo saat ini tidak seindah sebelumnya. Beberapa tahun yang lalu, Sungai Progo merupakan hamparan pasir yang luas. Sehingga jika diliat dari atas jembatan Srandakan akan nampak begitu indah. Kini hamparan pasir itu tidak terlihat lagi diganti gundukan sedimentasi yang menyerupai pulau-pulau kecil. Butuh penanganan dan pengerukan sedimentasi dari lintas kabupaten untuk mengembalikan kondisi sungai seperti dulu.
Kondisi ini tidak terlepas adanya penambangan pasir di sebelah utara, sehingga luruhan pasir dari Gunung Merapi tidak bisa mengalir sampai selatan.
Ketika hal ini ditanyakan kepada calon bupati Kulon Progo nomor urut 1 (satu), Agung Setyawan, ia secara diplomatis mengatakan belum dalam ranah kewenangannya.
“Saya tidak mau terjebak masalah politis saat ini, karena itu memang belum kewenangan kami,” jawabnya ketika diwawancari di kantor Sekber Akbar, Ngramang, Pengasih, Senin (21/10/2024).
Selanjutnya dia mengatakan untuk masalah pengerukan sedimentasi, ke depan akan ditndaklanjuti jika masyarakat Kulon Progo mempercayakan tonggak kepemimpinan berada ditangannya.
“Sungai Progo ini merupakan sungai yang aktif. Sehingga tingkat sedimentasinya relatif kecil karena ada luruhan pasir dari Gunung Merapi. Pengerukan sedimentasi tidak dalam jumlah yang banyak sehingga tidak mempengaruhi air tanah disekitarnya,” pungkasnya.
Penulis : Hari Sutanta






