Indonesiadaily.net – Pengentasan kemiskinan menjadi agenda pokok bagi paslon Agung Setyawan-Ambar Purwoko pada 100 hari kerja KP-1, jika mereka terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Kulon Progo periode 2024-2029. Hal ini disampaikan di sela-sela pertemuan antara Cabup Kulon Progo nomor urut 1 (satu) ini dengan warga Kaligintung, Temon.
Dalam kesempatan tersebut Agung juga mengungkapkan masih tingginya tingkat kemiskinan di kabupaten Kulon Progo.
“Tingkat kemiskinan di Kulon Progo ini berkisar 14,12 persen hingga 15,12 persen dari jumlah penduduk sebesar 446.192 jiwa,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengharapkan kerja sama dari masyarakat Kulon Progo untuk bersama-sama mengentaskan dan mengurangi jumlah angka kemiskinan.
“Dibutuhkan sinergitas dan kerja sama di seluruh lapisan masyarakat untuk menekan angka kemiskinan di Kulon Progo,” ungkapnya.
Kemudian Agung Setyawan juga menerangkan apa yang akan dilakukan dalam 100 hari kerja KP-1. Dia akan berusaha melakukan terobosan bagaimana pengentasan kemiskinan, mengatasi rumah tangga rawan pangan dan peningkatan produktifitas sektor agro (pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan serta kehutanan)
“Kita akan mendorong transformasi SDM petani dari obyek pasar menjadi pemain, pelaku usaha hulu hilir sektor agro yang lebih berdaya,” ungkapnya.
Transformasi dari agrokultur ini menggunakan pendekatan produktifitas sebagai fondasi pembangunan pertanian dalam waktu 1-5 tahun ke depan.
Dengan fondasi ini selanjutnya bisa menuju pengembangan Agribisnis. Sehingga bisa melakukan akselerasi pembangunan pertanian 5 – 10 tahun kedepan. Akhirnya bisa mendorong tumbuhnya Agro Industri untuk ekspansi pasar 10 tahun kedepan
“Akhirnya Indonesia Emas 2045 dengan Visi
Indonesia Feed The World,
dan Kulon Progo berkontribusi didalamnya karena hari ini kita pegang IG, Indikasi Geografis Gula Kelapa sebagai kekayaan tak benda milik Kulon Progo,” pungkasnya.
Penulis : Hari Sutanta






