Terdampak Penyegelan Ruko Simpang Tiga Jombang, Puluhan Ibu-Ibu Ini Unjuk Rasa

Pekerja ruko simpang tiga jombang unjuk rasa dengan membawa berbagai poster. (Prayo/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net- Puluhan pekerja showroom mobil Rumah Toko (Ruko) Simpang Tiga Jombang menggelar aksi unjuk rasa. Massa yang didominasi ibu-ibu itu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang bertanggungjawab dan memberikan solusi atas penutupan tempat kerjanya. Mereka mengaku tak tahu apa-apa namun turut merasakan dampak kerugian atas persoalan ini.

Bacaan Lainnya

“Teman-teman kita banyak yang menjadi tulang punggung keluarga kalau ini ditutup paksa tolong dong pikirkan nasib kami karena kita setiap hari mencari nafkah di tempat ini apa pun masalahnya diselesaikan baik baik,” ucap Maria, salah satu peserta aksi.

Maria bersama karyawan lain mengaku bingung harus bekerja dimana. Situasi penyegelan yang dilakukan oleh Pemkab Jombang (19/8/2024) kemarin membuat mereka kecewa. Terlebih, Maria mengaku kesal saat penyegelan diwarnai aksi saling dorong dan anarkis.

“Kalau kita lihat gimana ya, kita nelangsa iya, kan ada anarkisnya kemarin ada dorong dorongan juga. Kita bukan kriminal atau maling,” tuturnya.

Maria meminta Pemkab Jombang untuk bisa menunggu hasil inkrah pengadilan. Pihaknya menegaskan aksi yang dilakukan tidak bermaksud melawan hukum.

“Sebetulnya yang wajib menyegel itu pihak Kejaksaan dan Pengadilan bukan dari pemerintah daerah maupun Satpol PP. Tunggulah dulu keputusan Pengadilan seperti apa kita tidak bermaksud melawan hukum, misalkan putusan pengadilan sudah turun kita mengikuti kok,” ungkapnya.

Keberlangsungan mereka dalam mencari nafkah harus dipertaruhkan akibat persoalan ini, sampai saat ini Maria masih menunggu kepastian kerja dari pimpinannya.

“Kita nunggu instruksi dari pimpinan dulu, kita tetep nunggu disini sampai ada kepastian kita ikut saja nanti,” tandasnya.

Dari pantauan lapangan, massa aksi membawa poster bertuliskan keluh kesah usai upaya penyegelan Ruko Simpang Tiga. Diantaranya, ‘Dimana nurani hati kalian’, ‘Pol PP jangan anarkis kami bukan maling’, ‘Satu orang yang hilang kerjaan empat nyawa melayang di rumah’.

Penulis : Prayo

Editor : Sigit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *