Rois Syuriah PWNU se-Indonesia Gelar Pertemuan Khusus Bahas Sepak Terjang PKB

Para Kiai saat berada di Ponpes Tebuireng Jombang.(Prayo/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net, Jombang – Pertemuan ratusan kiai yang diketahui sebagai Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se Indonesia lakukan pertemuan secara khusus membahas sepak terjang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.

Bacaan Lainnya

Para kiai tersebut menyampaikan masukan dan pandangan kepada tim asistensi bentukan PBNU atau tim Pansus PKB yang dihadiri oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU Amin Said Husni dan anggota tim Pansus lainnya KH Anwar Iskandar.

Pertemuan yang digelar tertutup tersebut khusus membahas perseteruan PBNU dengan PKB yang sudah berlangsung lebih dari dua pekan. Para kiai menganggap bahwa PKB selama ini semakin jauh dari Marwah utama partai ketika pertama kali didirikan.

“Para Rois Syuriah PWNU se Indonesia ini memang kami kumpulkan untuk menindaklanjuti hasil rapat pleno PBNU guna melakukan pendalaman hubungan PKB dengan NU,” kata Amin Said Husni.

Amin menerangkan proses pendalaman mengenai sepak terjang PKB masih berlangsung. Pihaknya mengaku telah bersilaturahim dengan pengurus Dewan Syuro di Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten. Termasuk pertemuan dengan Rois Syuriah PWNU se Indonesia.

“Lagi-lagi untuk mendalami temuan informasi dari tim Panel bahwa adanya perubahan prinsipil di PKB kalau kita membandingkan dengan pertama kali berdirinya PKB pada tahun 1998,” katanya.

Menurut Amin, sejatinya PKB diciptakan dan didirikan oleh NU melalui PBNU, memang dibentuk dengan struktur yang mirip dengan NU, Jika di NU ada Syuriah, di PKB ada Dewan Syuro.

“Dewan syuro di PKB itu khas, tidak bisa dibandingkan dengan partai-partai lain,” ujarnya.

Dewan syuro ini bukan seperti dewan penasihat kalau di partai lain, bukan juga dewan pertimbangan. Bagi PBNU, Dewan Syuro memiliki peran sentral di struktural partai. Namun, dari rangkaian pertemuan adanya temuan dan informasi jika kewenangan dari Dewan Syuro di PKB saat ini berbeda.

“Maka dari itu kami lakukan pendalaman, yang pada akhirnya akan ada kesimpulan dan rekomendasi sebagaimana yang diperintahkan oleh PBNU kepada kami,” tandasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah yakni di Hotel Yusro Jombang, puluhan anggota Dewan Syuro dan mantan Dewan Syuro PKB se Jawa juga berkumpul.

Mereka berkumpul dan ditemui langsung oleh KH Amin Said Husni. Mereka mengadu ke PBNU karena selama ini peran Dewan Syuro di PKB seakan ditiadakan.

“Saya bicara dan ngobrol dengan teman-teman dewan syuro di Jabar. Kamis hanya berfungsi pengawasan dan terbatas,” ujar Lutfi Andalusie Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Cirebon.

Bersama puluhan anggota dewan Syuro lainnya Lutfi mengadu ke PBNU dan berharap segera ada perbaikan di PKB.

“Kami menginginkan PBNU mengambil langkah-langkah yang kongkrit langkah itu misalnya mengadakan,” pungkas Lutfi.

Hasil dari pertemuan Tebuireng dan pertemuan di Hotel Yusro selanjutnya akan disampaikan untuk dibawa ke PBNU.

Dalam pertemuan ini turut hadir Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Anwar Mansyur, pengasuh pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz serta para kiai-kiai baik itu Rais Syuriah PCNU maupun kiai pesantren dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, juga Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

 

Penulis : Prayo

Editor : Sigit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *