Indonesiadaily.net, Banyuwangi – Sebagian cabang olahraga (cabor) di Banyuwangi, Jawa Timur meminta KONI setempat menunda pelaksanaan monitoring terhadap cabor mengenai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025.
Pujo Waluyo, Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Banyuwangi mengatakan, alasan permintaan dilakukan penundaan monitoring tersebut, karena KONI Banyuwangi tak pernah mengumpulkan cabor untuk melakukan sosialisasi dan koordinasi terkait hal ini.
Selain itu hingga saat ini, belum ada juklak/juknis dari pengurus provinsi terkait Porprov IX Jatim 2025. Baik itu mengenai nomor yang akan dipertandingkan, jenis pertandingan serta berapa jumlah atlet yang dibutuhkan. Sehingga cabor masih belum tau persis apa yang harus disiapkan saat ini, karena masih terlalu jauh dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Sebab itu pihaknya meminta dilakukan penundaan monitoring oleh KONI Banyuwangi hingga ada kejelasan dari pengurus provinsi.
“Menurut saya, KONI Banyuwangi harus mengumpulkan seluruh cabor terlebih dahulu untuk sosialisasi dan koordinasi persiapan kontingen Porprov IX Jatim 2025, agar tidak ada miskomunikasi, ” harapnya, Kamis (20/6).
Hal yang sama juga disampaikan Ketua Cabor Federasi Olahraga Petang Indonesia (FOPI) Banyuwangi, I Wayah Dauh. Dia juga meminta monitoring yang dilakukan KONI Banyuwangi terhadap cabor ditunda, karena dinilai terlalu dini. Sebab menurutnya, hasil dari monitoring tersebut belum jelas akan digunakan untuk apa nantinya.
“Pengurus FOPI Provinsi sejauh ini belum ada sosialisasi mengenai nomor yang dipertandingkan, apakah dobel atau single atau hal-hal teknis lainnya. Sehingga jika saat ini dilakukan monitoring, maka terlalu dini dan tidak memiliki korelasi yang berarti terhadap kesiapan Porprov IX Jatim 2025,” tegas Wayan Dauh kepada Indonesiadaily.net.
Menanggapi hal itu, Bonavita Budi Wijayanto Wakil Ketua II KONI Banyuwangi yang membidangi prestasi mengatakan, jika ada cabor yang meminta ditunda untuk dimonitoring, maka tak jadi masalah. Sebab menurutnya cabor memiliki program masing – masing. Terlebih gelaran Porprov IX Jatim 2025 masih satu tahun ke depan.
Meski demikian pihaknya berharap, jika nantinya cabor tersebut telah mendapat juklak/juknis dari pengprov, agar segera menyiapkan atlet dan kegiatannya untuk dimonitoring dan evaluasi. Sehingga KONI Banyuwangi dapat memetakan kekuatan yang dimiliki dalam menghadapi Porprov 2025 mendatang.
“Dari 35 cabor yang berada di bawah naungan KONI Banyuwangi, saat ini sudah ada 70 persen cabor yang kita monitoring dan evaluasi”, pungkasnya.
Pewarta: Irham
Editor : Ulfah






