Bisa Dicoba, Inilah Tips Agar Anak Tak Jadi Pembangkang

Cara mengatasi anak pembangkang.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net – Terkadang anak memiliki kemampuan untuk membantah siapa pun, cenderung lebih sering membangkang dan melawan orang-orang yang dekat dengan mereka, seperti ayah dan ibu. Tindakan pembantahan ini tidak hanya berupa kata-kata, tetapi juga sikap yang menunjukkan ketidaksetujuan. Lalu bagaimana cara mengatasi anak pembangkang, berikut ini tipsnya.

1. Berikan penjelasan

Bacaan Lainnya

Ketika anak menolak untuk melakukan sesuatu, seperti makan, orangtua sebaiknya memberikan penjelasan mengenai manfaat dari tindakan tersebut dan dampak negatif jika tindakan tersebut tidak dilakukan.

Misalnya, “Nak, kamu harus makan agar kamu memiliki energi untuk bermain dan tidak merasa lemas. Jika kamu tidak makan, kamu mungkin akan merasa lemas dan tidak bisa bermain. Selain itu, perutmu juga bisa sakit.”

2. Ciptakan hubungan yang baik dengan anak

Dengan menciptakan suasana yang ramah dan dekat dengan anak, mereka akan lebih mudah memahami apa yang diminta dan dilarang oleh orangtua.

3. Hindari perintah

Janganlah memberikan perintah yang disertai dengan kritikan, ancaman, atau hukuman fisik. Lebih baik mengucapkan permintaan dengan senyum atau pelukan, yang membuat anak merasa lebih didukung dan dihargai.

4. Sabar

Bersabarlah dan tunggu beberapa saat sebelum mengulangi permintaan yang tidak langsung diindahkan oleh anak.

5. Kegiatan

Hubungkan permintaan dengan kegiatan yang menyenangkan. Misalnya, “Nak, ayo mandi! Setelah mandi, nanti Mama akan membacakan dongeng untukmu.”

6. Suasana positif

Pertahankan suasana positif sebisa mungkin. Yakinkan diri sendiri bahwa anak sebenarnya bisa diajak bekerja sama.

Terapkan disiplin di rumah dengan konsisten. Terapkan aturan-aturan yang telah dibuat dan pastikan untuk mengawasi penerapannya.

Selain orangtua, anak juga cenderung membantah pengasuhnya. Ini dapat terjadi dalam bentuk kata-kata, sikap, atau bahkan perlawanan fisik.

Dalam situasi ini, penting untuk menjelaskan kepada anak bahwa mereka harus menghormati pengasuhnya, karena pengasuh adalah pengganti orangtua saat mereka sedang bekerja.

Orangtua juga harus memberikan pesan kepada anak agar mau mengikuti perintah dari pengasuh, sambil menekankan kepada pengasuh untuk selalu memberikan penjelasan saat memberikan perintah atau larangan kepada anak.

Meskipun berbagai langkah di atas dapat membantu mengatasi perilaku pembantahan anak, penting untuk diingat bahwa perilaku ini tidak akan hilang dengan sendirinya pada usia anak-anak. Pada usia ini, anak belum sepenuhnya memahami mana yang benar dan mana yang salah. Oleh karena itu, bimbingan, penjelasan, dan pengawasan yang konsisten dari orangtua sangat diperlukan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *