Indonesiadaily.net – Wilayah perempatan Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok diketahui selama beberapa bulan belakangan ini dilanda banjir. Menyikapi hal tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri menyiapkan beberapa rencana solusi guna memecahkan banjir Mampang.
“Saya prihatin, karena lebih dari 300 rumah warga di Mampang ini khususnya di RW 6, RW 10, RW 11, RW 2, RW 9 ini yang terkena dampak banjir di Mampang ini,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut Supian memaparkan beberapa solusi yang didapat setelah mendengar langsung keluhan dan saran dari tokoh warga, dan pengurus DKM Masjid Jami Al Istiqomah Mampang, Depok ini.
“Alhamdulillah saya sudah dapat masukan banyak dari sini, salah satunya pengurus DKM seluruhnya sangat berbesar hati untuk mengizinkan pemindahan masjid, kalau memang itu dianggap menjadi bagian yang penyebab banjir,” ujarnya.
Selain relokasi masjid, rencana lain adalah menurutnya ada beberapa titik saluran yang memang harus disambungkan arah air yang selama ini terputus. Sebagai contoh aliran kali dari arah Polsek Pancoran Mas sampai Cakrabuana. Sedangkan dari kawasan masjid belum ada saluran yang terhubung ke sana.
“Kemudian ada masukan tanggul yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan air terhambat. Kalau dipangkas sedikit debit air akan lebih cepat surut, dan berikutnya ada jembatan yang memang sangat di bawah sehingga itu juga menjadi penyebab banjir.
Supian Suri yang juga yakin, dengan beberapa langkah ini masalah tersebut bisa selesai.
“Relokasi masjid, insya Allah kita membuat masjid di tempat yang baru. Jadi Insya Allah di perempatan Mampang arus lalu lintas lancar kemudian saluran air juga lancar, sehingga tidak terjadi lagi kondisi-kondisi yang dialami seperti hari ini,” jelasnya.
Selain itu, wacana relokasi masjid ini juga menjadi bagian dari rencana pelebaran Jalan Raya Sawangan,
” Jalan Raya Sawangan harus dua jalur, dan kalaupun mohon maaf tidak ada penyebab banjir memang masjid juga harus pindah. Apalagi ada dua hal yang memang menjadi permasalahan. Tadi pelebaran juga masjid harus kena saluran air ini yang menyebabkan banjir,” paparnya.
Dirinya berjanji, rencana relokasi dan pembangunan masjid sepenuhnya akan ditanggung pemerintah.
“Ini menjadi tanggung jawab pemerintah membahagiakan warganya, ya salah satunya hadir di saat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi warga contohnya banjir,” katanya.
Dirinya mengimbau agar masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini karena salah satu penyebab utama terjadinya banjir adalah masalah lingkungan.
“Saya berharap semuanya menjaga tidak buang sampah ke sungai. Karena sekali lagi banjir itu tersumbat air ya salah satunya juga masalah sampah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Jami Al Istiqomah, Ustadz Mukti menanggapi rencana Supian Suri merelokasi masjid guna mengatasi persoalan banjir mendapat dukungan dari warga setempat.
“Alhamdulillah ini awal kedatangan bapak yang telah respon, pertama untuk merelokasi masjid. Karena barangkali kendalanya itu masjid, jadi kita harus mementingkan masyarakat. Insya Allah jika ini Bapak Supian terpilih jadi walikota itu bisa dilaksanakan, saya mendukung sekali.”
Lebih lanjut Mukti berpendapat, meski masjid ini adalah bangunan tua, namun warga rela direlokasi demi kemaslahatan umat.
“Kalau untuk kepentingan masyarakat itu bermanfaat, jangankan manusia yang lewat, binatang pun dapat pahala. Walaupun itu masjid tua, masjid wakaf, itu ada manfaatnya, InsyaAllah,” pungkasnya.(*)






