Indonesiadaily.net, Surabaya – Memperingati 26 tahun reformasi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Cabang Kota Surabaya menggelar aksi unjuk rasa mimbar bebas anti Korupsi di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 21 Mei 2024.
Ketua Umum PMII Cabang Surabaya Muhammad Husaini menjelaskan aksi bertajuk ‘Mosi Tidak Percaya KPK‘ ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap tren kasus korupai di Jawa Timur menduduki urutan pertama.
“Kami merasa miris dan kecewa terhadap keadaan Provinsi Jawa Timur yang kerap berada diurutan pertama dalam tren laporan korupsi di Indoneaia. Padahal di Jawa timur ini telah berdiri setidaknya 79 kantor Kepolisian dan Kejaksaan,” jelas Husaini.
Husaini mempertanyakan efektivitas pencegahan dan penanganan kasus korupsi di Jawa Timur.
“Lantas apa yang menjadi sebab dari kurang efektifnya pencegahan atau penindakan kasus tindak pidana korupsi di Jatim,” tegasnya.
Poin utamanya, PMII Cabang Kota Surabaya menuntut reformasi menyeluruh di tubuh KPK, dari pucuk pimpinan hingga tingkatan terbawah.
“Kami menuntut adanya reformasi dan perbaikan dalam tubuh KPK secara menyeluruh untuk memastikan lembaga ini tetap berintegritas dan efektif dalam menjalankan tugasnya,” tegas Husaini.
Ia berharap aksi tersebut dapat mendorong KPK untuk berbenah diri dan meningkatkan kinerjanya dalam memberantas korupsi di Jawa Timur.
“PMII Surabaya menyerukan dan mengajak masyarakat Jawa Timur untuk terus mengawasi kinerja aparat penegak hukum dan berani melaporkan tindakan korupsi yang mereka temui,” pungkas Husaini.
Pewarta: Bas






