Indonesiadaily.net – Pernahkah Anda membayangkan berada di tempat dengan suhu panas bahkan saat malam hari?
Nyatanya, ada sejumlah wilayah di belahan bumi ini yang diklaim sebagai tempat terpanas. Dilansir dari The Times, berikut 5 tempat terpanas di dunia yang memiliki suhu sangat tinggi. Apa saja ya?
1. Gurun Lut
Gurun Lut atau dikenal juga dengan sebutan Dasht-e Lut terletak di Iran tenggara. Suhu tertinggi yang pernah tercatat di wilayah ini mencapai sekitar 70,7 derajat celsius yang terjadi pada tahun 2005. Suhu ekstrim ditambah sumber air yang minim membuat wilayah di sekitar Gurun Lut ini sulit dihuni secara permanen.
Tak main-main, bakteri pun bahkan dinilai tidak dapat bertahan hidup pada suhu tersebut. Hanya ada beberapa hewan kecil seperti reptil dan serangga serta tumbuhan tahan kering yang hidup di sana. Beberapa desa kecil di sekitar gurun ini mungkin saja didatangi oleh sejumlah kelompok, tapi sifatnya pun nomaden (tidak menetap).
2. Death Valley
Wilayah yang terletak di California, Amerika Serikat ini merupakan sebuah gurun panas. Suhu udara tertinggi di daerah ini tercatat pernah tembus sebesar 56,7 derajat celcius yang berlangsung pada 10 Juli 1913.
Beberapa tahun setelahnya tepat pada tanggal 15 Juli 1972, suhu tanah di Death Valley tercatat sebesar 93,9 derajat celcius. Angka ini hanya beberapa derajat saja dari suhu air mendidih.
Sementara itu, pada Juli 2023, bagian terendah di Death Valley yakni Badwater Basin mencatat suhu tertinggi di malam hari sebesar 48,9 celcius. Hawa yang mengerikan itu membuat daerah ini menjadi tempat berbahaya yang sepi pengunjung.
3. El Azizia
El Azizia turut menjadi salah satu tempat terpanas di bumi. Suhu udaranya bahkan pernah mengalahkan Death Valley. Pada tahun 1922, kota kecil yang terletak di Libya ini diklaim mencatatkan suhu tertinggi sebesar 58 derajat celcius.
Meski klaim tersebut dinyatakan tidak berlaku pada tahun 2012 karena ahli meteorologi meragukan kemampuan para pembaca. Namun, El Azizia tetap dianggap sebagai daerah yang musim panasnya terjadi sepanjang waktu. Kendati demikian, kota ini kabarnya dihuni oleh penduduk tetap yang kebanyakan bersosialisasi saat malam hari.
4. Kebili
Kota yang berlokasi di Tunisia ini pernah mencatatkan suhu terpanas mencapai 55 derajat celcius pada tahun 1931. Panasnya udara di Kebili tak lepas dari faktor geografisnya yang terletak di daerah gurun.
Daerah tersebut pun cenderung memiliki ketinggian yang rendah dengan curah hujan minim. Topografi dataran rendah itu membuat tanah dan batuan dapat menyerap dan menyimpan panas yang akhirnya
menyebabkan suhu di sana menjadi tinggi. Walau suhunya ekstrim, Kebili memiliki penduduk tetap. Hanya saja populasinya memang terbatas.
5. Ouargla
Ouargla memiliki iklim gurun panas dengan suhu rata-rata di atas 40 derajat celcius. Pada tahun 2018, kota yang terletak di bagian tenggara Aljazair ini mencatat suhu terpanas sebesar 51,3 derajat celcius. Kelembapan udara yang rendah dan cuaca kering pun telah menjadi ciri khas daerah ini.
Namun, kondisi tersebut tak semata membuat Ouargla menjadi kota mati. Dari data terbaru, diketahui ada sekitar 133.024 penduduk yang menetap di sana. Ouargla pun memiliki sektor pertanian dan peternakan yang berperan dalam keberlanjutan ekonomi di kota tersebut. (*)
Editor : Nur Komalasari






