Pro Palestina, Mantan Pentolan Musisi Pink Floyd Ini Diboikot

Mantan gitaris band Pink Floyd, Roger Waters diboikot usai bela Palestina.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Musisi legendaris mantan gitaris band Pink Floyd, Roger Waters mengaku diboikot di beberapa tempat di wilayah Amerika Selatan lantaran dukungannya terhadap Palestina yang saat ini masih digempur oleh Israel.

Bacaan Lainnya

Dalam wawancara bersama TRT World seperti dikutip dari CNN, Waters mengungkap adanya upaya dari pihak Israel untuk memboikot dan menggagalkan turnya di beberapa titik di benua tersebut, seperti di Argentina, Uruguay, dan Chile.

Lobi-lobi itu dilakukan untuk mengupayakan boikot terhadap dirinya yang disebutnya sebagai klaim “berdasarkan kebohongan yang jahat”.

Menurut laporan outlet media regional, Pagina/12, Waters harus tinggal di Sao Paulo, Brasil, selama berada di wilayah Amerika Selatan karena tidak mendapatkan satu pun kamar hotel yang tersedia di Argentina.

“Mereka baru saja mencoba membatalkan pertunjukan saya. Di sini di Santiago, Chile, di mana saya tahu saya sangat populer, bukan hanya karena tiket konser saya sudah terjual habis,” tambah Waters.

Dalam perbincangan tersebut, mantan pentolan band psikedelik rock Pink Floyd itu juga menyatakan keprihatinannya terhadap rakyat sipil Palestina yang terus menjadi korban agresi militer Israel.

“Kamu tidak mungkin bisa membayangkan diri kalian berada dalam posisi mereka. Para ibu dan ayah, anak-anak, 2,3 juta orang yang mungkin sekarang sedikit berkurang, yang tinggal di Gaza dan dibombardir oleh F-16 sepanjang siang dan malam, dalam beberapa pekan,” tegasnya.

Musisi berusia 80 tahun ini mengaku selama menjalani tur bertajuk This Is Not a Drill di Argentina, ia juga berhadapan dengan lobi-lobi Israel yang disebut menguasai semua hotel di Buenos Aires dan Montevideo, Uruguay.

Selama pertunjukan musiknya berlangsung di Buenos Aires, ibu kota Argentina, Waters memberi tahu penonton bahwa ia disensor hanya karena ia percaya pada hak asasi manusia.

Imbas sikap politiknya tersebut, Waters juga menghadapi banyak hadangan dari berbagai pihak di Argentina dan Uruguay.

Di Argentina, pengacara Carlos Broitman mengatakan kepada AFP bahwa ia telah mengajukan tudingan terhadap Waters di pengadilan federal atas tuduhan menyebarkan ujaran kebencian.

“Mereka (lobi Israel) juga sudah berada di Buenos Aires. Mencoba untuk membatalkan pertunjukan saya di Buenos Aires dengan alasan bahwa saya seorang anti-Semit yang tentu saja tidak benar! Ini begitu absurd,” ujar Waters.(*)

 

Editor : Nur Komalasari

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *