Indonesiadaily.net, Depok – Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Barat H.M Hasbullah Rahmad turut mengomentari polemik program pemberian makanan tambahan (PMT) Lokal yang digulirkan Dinas Kesehatan Kota Depok untuk mengatasi stunting.
Menurut Hasbullah, orang yang menderita stunting itu adalah mereka yang tidak pernah makan daging, ikan dan telur.
“Mereka kurang gizi, tapi kalau dikasih sawi dan tempe ya tetap saja stuntingnya tidak akan berkurang,” kata Hasbullah, Minggu (19/11/2023).
Orang stunting itu selama hidupnya atau dalam masa pertumbunan sejak balita jarang mengonsumsi protein atau kekurangan asupan gizi.
“Artinya kalau boleh kasar kurang gizi lah, berarti dia tidak mampu beli daging, tidak mampu beli telur,” paparnya.
Ia menilai jika ada anggaran untuk penanggulangan stunting, maka menu makanannya harus memenuhi bobot gizi yang tinggi.
“Nah sekarang, tinggi mana antara sawi dengan telur, tinggi mana tahu dengan daging, menurut saya dengan anggaran sekian hanya diberikan tahu dengan sawi, ya menurut saya kurang pas untuk mengurangi prosentase stunting,” terang Hasbullah.
Sebab, menurut Hasbullah stunting itu bahasa kasarnya kurang gizi, sehingga agar orang gizi itu bisa sehat harus diberikan asupan gizi yang ekstra.
“Kalau hanya sawi dan tahu itu ya rata-rata air itu, kan harus gizi yang ekstra, enggak bisa dia recovery, sebaiknya diberikan protein dan gizi yang ekstra,” tandaa Hasbullah. (*)





