Indonesiadaily.net – Hampir semua suku bangsa, ras, dan agama ada di Amerika Serikat tak terkecuali keturunan Palestina. Ada salah satu lokasi di New Jersey, AS, yang dikenal sebagai Little Palestine.
Melansir Now This News, Little Palestine adalah kawasan yang menjadi tempat tinggal dan berkumpulnya komunitas Arab di Amerika Serikat. Bagaimana awal mula perkampungan ini bisa muncul? Berikut penjelasannya.
Little Palestine, atau juga dikenal sebagai Little Ramallah, merujuk pada lokasi yang sebelumnya dikenal dengan nama Paterson Selatan. Lokasinya sendiri ada di Paterson, New Jersey , yang masih termasuk kawasan metropolitan New York City. Lokasi ini menjadi pemukiman bangsa Arab dari berbagai negara, dengan sebagian
di antaranya berasal dari Palestina.
Pada tanggal 15 Mei 2023, kawasan Paterson Selatan mengganti nama jalan “Main Street” menjadi “Palestine Way”, sebagaimana dilaporkan oleh Public Square Amplified. Hal ini diusulkan oleh Alaa Al Abdelaziz yang saat itu merupakan warga berdarah Palestina-Amerika pertama yang menjabat sebagai dewan kota. Usulan ini juga disetujui oleh Presiden Dewan Maritza Davila, dengan total suara 8-1 menyetujui penggantian nama.
Pengubahan nama jalan ini bertepatan dengan peringatan peristiwa Nakba, yang terjadi pada 15 Mei 1948. Walaupun penggantian plakat jalan “Palestine Way” sudah disetujui pada 29 Maret 2022, namun peresmian baru dilakukan setelahnya sebagai pengingat atas sejarah kelam yang dialami para warga Palestina di masa lalu.
Komunitas Arab di sini muncul karena gelombang imigrasi orang Arab ke Amerika Serikat pada abad ke-19 dan ke-20. Banyak di antara mereka yang datang mencari peluang ekonomi dan kebebasan yang baru.
Awalnya, lokasi ini didominasi oleh kaum Arab Lebanon dan Siria. Meski demikian, Paterson Selatan juga menjadi magnet orang Palestina sejak tahun 1890an, di mana lokasi ini selalu menjadi tujuan utama para imigran.
Sejak tragedi Nakba pada tahun 1948, semakin banyak warga Palestina yang terusir akhirnya berpindah ke lokasi ini. Nakba sendiri adalah momen eksodus Palestina, di mana saat itu setidaknya 700 ribu warga diusir secara paksa sebagai dampak perang Arab-Israel. Seiring waktu, komunitas ini tumbuh dan membentuk kawasan-kawasan di berbagai kota di Amerika Serikat.
Karena sebagian besar warga adalah penduduk keturunan Arab, terutama Palestina, tidak heran jika suasana di sini benar-benar mirip dengan kawasan Timur Tengah yang sebenarnya. Toko-toko, restoran, dan pusat kegiatan kebudayaan hampir semuanya menonjolkan identitas Arab.
Kawasan ini juga sering menjadi pusat kegiatan budaya sehingga banyak diadakan berbagai acara dan festival yang merayakan kebudayaan Arab, termasuk pertunjukan musik, tarian tradisional, dan pameran seni. Tidak heran jika lokasi ini selalu menjadi “rumah” bagi para pelancong berdarah Arab.
Berdasarkan keterangan warganet pada postingan Now This News di Instagram, kebanyakan orang berpendapat bahwa “Little Ramallah” adalah lokasi yang menyenangkan untuk dikunjungi. Bahkan dengan reputasi Paterson yang dikenal sebagai wilayah rawan kejahatan, Palestina Way dikenal sangat aman, minim kriminal, serta bersih, dan terawat.
Palestine Way di Paterson, New Jersey bukan satu-satunya lokasi yang dihuni oleh komunitas Arab. Beberapa lingkungan di Brooklyn, New York, juga sering dijuluki sebagai Little Palestine karena keberagaman komunitas Arab yang tinggal di sana. Cobble Hill dan Atlantic Avenue dikenal memiliki berbagai bisnis yang dimiliki oleh warga keturunan Arab.(*)
Editor : Nur Komalasari






