Indonesiadaily.net – Aksi bullying atau perundungan semakin meresahkan. Orang tua yang seharusnya dapat meninggalkan anak dengan tenang di sekolah, kini menjadi lebih khawatir dengan banyaknya aksi perundungan. Bully dapat dicegah oleh orang tua dengan menanamkan sifat positif kepada mereka. Melansir dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anak menjadi korban bullying.
1. Ajarkan anak untuk berkata tidak
Ketidakmampuan seorang anak untuk berkata tidak justru dapat membuat anak menjadi sasaran empuk pelaku bullying. Cara mencegah anak menjadi korban bullying dapat dilakukan dengan mengajarkan anak berkata ‘tidak’ pada sesuatu yang menurutnya akan merugikan atau berdampak buruk. Dengan begitu anak akan belajar untuk berani melawan siapa yang melakukan kekerasan terhadapnya.
2.Tanamkan rasa percaya diri
Mencegah anak menjadi korban bullying dapat dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan diri pada anak. Anak yang memiliki kepercayaan diri tinggi tidak akan mudah ditindas oleh orang lain. Kepercayaan diri pada seorang anak dapat menjadi senjata melawan perundungan.
Hal itu karena pelaku bullying biasanya menyerang pihak yang menurut mereka lebih lemah, baik secara emosional maupun fisik. Pelaku bully kerap menyerang korban dari kalangan yang menurut mereka ‘berbeda’, baik dari segi penampilan, sifat, bahkan ras, dan agama. Hal ini dilakukan para pelaku bullying agar merasa merasa lebih penting, popular, atau berkuasa.
3. Ajarkan kemampuan sosial
Kemampuan sosial juga harus dikuasai oleh anak sebagai cara mencegah anak menjadi korban bullying. Pada masa pertumbuhannya anak juga memerlukan kehidupan sosial dengan teman sebayanya. Memiliki kemampuan sosial akan membantu anak dalam memilih lingkungan sosial yang baik dan tidak terjebak dalam pertemanan dengan pelaku bullying. Sebab cara paling ampuh mencegah anak menjadi korban bullying adalah menghindari pelakunya.
4.Ajarkan anak boleh meminta bantuan
Kemampuan ini akan diimbangi dengan munculnya kesadaran bahwa apa yang dilakukan oleh anak memiliki konsekuensi yang harus ditanggung oleh anak maupun orang-orang di sekitarnya.
5. Ajarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri
Kemampuan menyelesaikan masalah juga perlu dimiliki oleh anak sebagai cara mencegah anak menjadi korban bullying. Memiliki kemampuan menyelesaikan masalah sendiri dapat meningkatkan kepercayaan diri pada anak. Kemampuan ini akan diimbangi dengan munculnya kesadaran bahwa apa yang dilakukan oleh anak memiliki konsekuensi yang harus ditanggung oleh anak maupun orang-orang di sekitarnya.(*)
Editor: Nur Komalasari






